Universitas Mercu Buana (UMB) melaksanakan kunjungan studi banding ke Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Kamis (30/07). Kegiatan ini menjadi forum diskusi mengenai pengembangan kurikulum, penyelenggaraan International Undergraduate Program (IUP), serta implementasi sistem pembelajaran di FBE UII.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan dan dosen FBE UII memaparkan berbagai aspek penyelenggaraan akademik, mulai dari desain kurikulum, pelaksanaan International Undergraduate Program (IUP), hingga berbagai program pendukung yang menunjang pengalaman belajar mahasiswa. Pada sesi ini juga dijelaskan bahwa FBE UII merupakan pelopor penyelenggaraan International Undergraduate Program (IUP) pertama di Indonesia melalui Program Internasional yang didirikan pada tahun 1996, yang hingga kini terus berkembang sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berstandar global.
Sesi pemaparan diawali dengan penjelasan mengenai kurikulum Program Studi Manajemen IUP FBE UII. Materi yang disampaikan meliputi struktur pembelajaran, regulasi akademik, serta tahapan studi mahasiswa sejak semester awal hingga penyelesaian tugas akhir.
Diskusi kemudian berlanjut pada implementasi Bridging Program sebagai salah satu komponen dalam penyelenggaraan International Undergraduate Program (IUP). Delegasi Universitas Mercu Buana mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan “Bridging Program”, khususnya mengenai waktu implementasinya dalam proses studi mahasiswa. Perwakilan FBE UII menjelaskan bahwa Bridging Program mulai dilaksanakan sejak semester pertama. Program tersebut diselenggarakan dua kali setiap pekan dan menjadi bagian dari kurikulum dengan bobot kredit akademik (SKS). Sesi diskusi kemudian berlanjut dengan pembahasan berbagai aspek penyelenggaraan akademik di FBE UII.
Menutup rangkaian kegiatan, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII, Dr. Mahmudi, menyampaikan apresiasi kepada delegasi Universitas Mercu Buana atas kunjungan dan diskusi yang telah berlangsung. Ia berharap kegiatan studi banding tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus menjadi langkah awal dalam memperluas peluang kolaborasi di berbagai bidang.
“Kami berharap apa yang telah kita diskusikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita bersama dan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas, baik di bidang penelitian, pendidikan, maupun bentuk kolaborasi institusi lainnya,” ujar Dr. Mahmudi.
(AFB)











