Pengembangan Kemampuan Public Speaking

Public Speaking merupakan bentuk komunikasi dimana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu. Seperti yang tadi disampaikan oleh pemateri bahwasanya salah satu kualitas untuk sukses itu ialah kemampuan dalam berkomunikasi, maka perlu sekali untuk kita melakukan pengembangan  dalam kemampuan Public Speaking.  Oleh karena itu, Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (LEM FE UII) mengadakan seminar yang bertemakan Public Speaking.

Seminar berjudul “Speak Up and Show Your Action” ini diadakan di Aula Utara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, pada hari Minggu, 23 September 2018. Tujuan LEM FE UII mengadakan seminar tersebut adalah untuk menyediakan tempat dan kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi yang ingin mendalami dan meningkatkan kemampuan  berbicara di depan umum.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan secara simbolis, pembacaan ayat suci al-Qur’an,  menyanyikan lagu Indonesia Raya dan himne UII. Kemudian rangkaian selanjutnya disambung dengan beberapa sambutan yang diberikan oleh perwakilan panitia, ketua LEM FE UII, dan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (DPM FE UII). Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari grup tari dari Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia. Melalui tari Melayu yang diiringi musik khas Melayu, serta ragam dan kekhasan gerak tarian Melayu, grup tari tersebut memberikan decak kagum kepada para peserta seminar.

Rangkaian acara yang utama yaitu penyampaian materi Public Speaking. Luthfi Chabib S.Farm.M.Sc,Apt selaku pemateri berbagi pengetahuannya mengenai persoalan Public Speaking. Luthfi Chabib menyampaikan beberapa hal yang sebaiknya jangan dilakukan ketika kita berbicara di depan orang banyak diantaranya seperti terlalu berfokus pada teks, tidak ada ekspresi ketika berbicara, terlalu banyak gerak dan lain-lain.

Sebagai seseorang yang saat ini sedang menjalankan profesi sebagai Doktor, Luthfi Chabib juga menyampaikan tujuan dari Public Speaking itu sendiri seperti apa, yang mana tujuannya untuk menyampaikan informasi kepada peserta, menghibur peserta dan tentu saja juga bagaimana cara mempengaruhi peserta. Sedangkan untuk manfaat dari Public Speaking, Luthfi mengatakan dapat mengurangi ketidaktahuan, mengurangi tekanan, memperbaiki hubungan, memahami permasalahan dan menyelesaikan masalah.

Akan tetapi, Luthfi juga menyadari faktanya tak seorangpun yang dilahirkan sebagai seorang speaker, sehingga ada beberapa faktor pembentuk speaker seperti latihan, lingkungan dan anugerah dari lahir (bakat). Kemudian Public Speaking tentu saja bukan hal yang mudah untuk dilakukan, sehingga seringkali terjadinya masalah-masalah dalam Public Speaking seperti kecemasan yang berlebihan, belum begitu menguasai materi dan kurangnya pengetahuan tentang teknik berbicara di depan umum.  Kecemasan yang berlebihan seperti ini biasanya terjadi karena pengalaman pertama, suasana baru, merasa menjadi pusat perhatian, merasa tidak percaya diri, dan perasaan tidak siap tampil.

Dikarenakan Public Speaking bukan merupakan persoalan yang mudah untuk dilakukan. Maka, Luthfi Chabib pun menyampaikan beberapa cara untuk mengatasinya, diantaranya mempersiapkan dan melakukan latihan, mencari pengalaman, melakukan kegiatan fisik dan menganggap demam panggung adalah hal yang wajar. Selain itu, pemateri juga menyampaikan bahasa tubuh yang baik dan tepat ketika kita sedang berbicara didepan umum, misalnya dalam suasana formal berdiri selalu lebih baik daripada duduk, kemudian juga bisa gunakan tangan untuk memegang alat bantu, dan tidak dianjurkan untuk berjalan mondar-mandir.

Selanjutnya pada akhir acara, Luthi Chabib sebagai seorang pemateri memberikan motivasi bahwasanya dari perubahan kecil akan berdampak pada yang besar dan dari mengubah diri, akan berdampak pada keluarga, lingkungan, agama, bangsa dan negara. Sehingga itulah sebaik-baiknya peran pembelajar.