Menyiapkan Rencana Usaha Sejak Dini

Memulai usaha sejak duduk di bangku perkuliahan merupakan nilai lebih bagi mahasiswa-mahasiswi. Hal ini didukung oleh Fakultas Ekonomi UII yang mengadakan acara dengan tema “UII Menuju PIMNAS 32 Banggakan UII Dengan Karyamu” (12/10).

Kadiv Pembinaan Prestasi UII Bapak Arief Fajar Wibisono, SE., M.Sc selaku pembicara pada acara tersebut menyampaikan bahwa ketika berhasil lolos dalam tahap Pimnas pada tahun ini maka akan dikirimkan ke Medan di tahun 2019 mendatang untuk mengikuti seleksi dengan perguruan tinggi yang lainnya. Fakultas Ekonomi UII menyediakan wadah Program Kreatif Mahasiswa (PKM) yang memiliki 7 bidang yaitu PKM-P (penelitian), PKM-K (kewirausahaan), PKM-M (pengabdian kepada masyarakat), PKM-T (Teknologi), PKM-KC (Karsa Cipta), PKM-AI (artikel ilmiah), dan PKM-GT (gagasan tertulis). Mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ekonomi UII lebih condong ke bidang PKM-K yang berkaitan dengan kewirausahaan. Dalam membentuk PKM minimal harus beranggotakan 3 orang atau maksimal 5 orang dalam 1 tim dan diutamakan berbeda angkatan, multi disiplin, dan sebaiknya dalam satu Universitas. Dari total 92 mahasiswa-mahasiswi UII yang berhasil mencapai PKM 2018, mahasiswa-mahasiswi dari Fakultas Ekonomi UII berhasil dengan mewakilkan 4 tim  dan semuanya melalui bidang PKM-K (kewirausahaan). Apabila telah lolos di tahap PKM, maka tim tersebut dapat mengirimkan tim nya ke IBISMA. Dalam tingkat yang lebih tinggi yaitu Pimnas, mahasiswa-mahasiswi UII mewakilkan 11 tim yang terdiri dari 5 tim dari FMIPA, dan 6 tim dari FTI.

Arief Fajar menyarankan bahwa dalam membuat judul di PKM lebih baik singkat atau apabila ingin panjang lebih baik yang sangat panjang. Sebelumnya pada Pimnas 2016 UII berhasil meraih 2 medali. Dibalik keberhasilan tersebut, peran dosen yang menjadi pendamping/pembimbing sangat membantu dalam keberhasilan tersebut. Arief Fajar menambahkan bahwa terdapat beberapa jumlah proposal yang lolos seleksi banyak yang berasal dari bahan mengkudu, Mahkota Dewa, Sirsak, Manggis, dan lain-lain sehingga beliau menyarankan kepada mahasiswa-mahasiswi ketika mengikuti PKM kedepannya lebih baik jika menggunakan inovasi dengan bahan yang berbeda dari sebelumnya.

Senada dengan hal tersebut, pembicara kedua yaitu Damas Reza yang berasal dari mahasiswa FTI UII mengungkapkan bahwa dalam setelah tahap awal dalam PKM yaitu mengumpulkan proposal ada trik lain yaitu dalam 1 tim minimal berbeda 2 angkatan dan berbeda program studi yang ditempuh karena dapat menjadi nilai lebih dalam PKM. Damas menambahkan bahwa di dalam tahap membuat poster di PKM yang terpenting bukanlah mengenai visualisasi didalam poster tersebut, melainkan format penulisan dan konten yang ada di dalamnya, yang terpenting selain hal tersebut adalah harus terdapat surel dan nomor telepon.

Selanjutnya pembicara ketiga yaitu Nur Aditya menyampaikan bahwa PKM itu milik Allah SWT. Adit mengajak kepada mahasiswa-mahasiswi untuk bersedekah. Seperti contoh yang ia alami ketika mengikuti Pimnas sebelumnya, ketika timnya memenangkan kompetisi dan mendapatkan hadiah Rp 25.000.000, maka ia membaginya menjadi sepuluh yaitu sebesar Rp 2.500.000 untuk disedekahkan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Damas menambahkan bahwa di dalam timnya ketika mengikuti Pimnas mewakili UII di tahun sebelumnya, terdapat masalah di dalam timnya sendiri dimana ketika beberapa hari sebelum presentasi di kota Makassar ada salah satu anggota yang menjelekkan teman satu timnya ketika susah menghafal ilmu untuk presentasi, sehingga terjadi perpecahan di dalam anggota timnya sendiri. Namun dengan tekad yang kuat hal tersebut dapat diatasi. Pada akhirnya dalam mengikuti Pimnas timnya berhasil membawa nama UII berkibar dengan dilihat ribuan mahasiswa-mahasiswi dari perguruan tinggi lainnya.