Sekolah Pasar Modal, Sarana Belajar Berinvestasi

Dalam perkembangan perekonomian Indonesia terkini, Indonesia dihadapkan dengan menurunnya nilai tukar rupiah yang di sebabkan naiknya tingkat suku bunga the Fed. Dengan hal tersebut Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia berinisiatif untuk mengadakan Sekolah Pasar Modal. Sekolah pasar modal ini di hadiri oleh para mahasiswa-mahasiswi FE UII di ruang kuliah P1/2 (15/10). Sekolah Pasar Modal ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terutama mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam menabung saham.

Menurut Rian Assegaf selaku ketua KSPM FE UII mengatakan bahwa “Sekolah Pasar Modal ini merupakan langkah untuk menghadapi urgensi global yang terjadi saat ini seperti pelemahan rupiah dan trade war. Selain itu kegiatan ini membantu kebijakan dari Kementrian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menigkatkan jumlah investor dan secara tidak langsung kegiatan ini membantu perekonomian Indonesia untuk bangkit”.

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian dari kepemilikan terhadap suatu perusahaan yang artinya ketika kita membeli saham berarti kita telah mempunyai kepemilikan atas perusahaan tersebut. Investasi mimiliki tingkatan satu step lebih tinggi diatas menabung. Jika berbicara tentang keuntungan, potensi keuntungan berinvestasi jauh lebih besar dibandingkan jika hanya dengan menabung.

Menurut Irfan Noor Reza selaku kepala Bursa Efek Indonesia (BEI)  D.I. Yogyakarta menyampaikan banyak sekali keuntungan menabung saham, selain uang yang kita miliki bisa bermanfaat dan lebih produktif, kita bisa mendapatkan keuntungan dari menabung saham tanpa harus bekerja keras dan juga takut akan ketidak mampuan dalam mengelola sebuah perusahaan. Namun tetap saja kita harus mempunyai keahlian dalam menganalisa saham. Dalam dunia saham tidak dapat di pungkiri ada saham yang digunakan oleh makelar-makelar untuk mempengaruhi dunia saham atau biasa dikenal dengan saham gorengan. Saham ini memiliki harga yang relatif rendah dari harga saham biasa. Harga dari saham gorengan juga tidak stabil atau bersifat dinamis. Sehingga kita harus pintar-pintar menganalisa saham mana yang berpotensi memiliki harga yang terus-menerus naik.

Seperti saham Unilever, saat ini harga saham Unilever berkisar di harga Rp 43.000,- dan harga pada saham ini dapat dipastikan terus meningkat. Beliau menjelaskan bahwa apa yang kita gunakan saat ini mulai dari sabun mandi, sabun cuci, minuman, bumbu dapur dan masih banyak yang lainnya adalah hasil dari produksi Unilever. Sehingga bisa di pastikan bahwa harga saham Unilever adalah sham yang berpotensi terus naik.

Senada dengan hal tersebut Ika dari pihak CIMB Securities Fakultas Ekonomi UII mengenalkan bagaimana praktek untuk melakukan investasi di pasar modal. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pasar modal itu memiliki beberapa produk seperti obligasi, saham dan masih ada beberapa produk lainnya. Namun dalam sekolah pasar modal kali ini lebih berfokus pada berinvestasi pada saham. Beliau mengatakan ketika ingin membeli atau menjual saham harus memperhatikan 3 indikator. Pertama analisis fundamental yang dapat kita lihat berdasarkan annual report emiten yang akan di investasikan. Kedua, analisis teknikal adalah cara menganalisa pergerakan harga aset dengan menggunakan perangkat statistik. Terakhir, news adalah analisa berdasarkan berita-berita yang terjadi.

Sekolah Pasar Modal ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa FE UII akan menabung saham dan juga media pembelajaran bagi  mahasiswa selaku agent of changes yang sadar akan berinvestasi yang merupakan salah satu cara untuk membangun perekonomian Indonesia. (ERF/AMH)