Memahami secara rinci tentang pendidikan jenjang perguruan tinggi merupakan hal yang penting bagi kalangan remaja khususnya SMA sederajat. Bagi mereka yang ingin melanjutkan penjelajahan ilmu di bangku kuliah tentu informasi tersebut sangat membantu. Hal-hal yang dapat dijadikan indikator suatu perguruan tinggi itu banyak diminati adalah akreditas. Menurut Pak Arif Rahman yang merupakan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Ekonomi UII, akreditas merupakan hal yang utama jika memilih perguruan tinggi karena akan berkaitan dengan karir setelah lulus nanti. Pria berkaca mata itu juga menerangkan bahwa dunia kerja akan cenderung memilih tenaga kerja dari lulusan perguruan tinggi berakreditasi minimal B. Hal tersebut karena tingkat kesulitan dan kurikulum yang digunakan oleh perguruan tinggi berakreditas B keatas tentu berbeda dengan dibawah akreditas B. Sehingga kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan juga memiliki kompetensi yang berbeda. Hal ini yang diyakini oleh para perusahaan yang membuka lowongan kerja.

Oleh karena itu, kedatangan siswa-siswi SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi dan SMK Negeri 1 Sambeng disambut baik oleh Fakultas Ekonomi UII. Kunjungan ini dilaksanakan dengan maksud mengatasi kegelisahan para siswa kelas dua belas memilih perguruan tinggi, fakultas, hingga jurusan. Antusiame dari peserta kunjungan sangat baik sehingga menumbuhkan semangat bagi pihak Fakultas Ekonomi untuk memberikan informasi-informasi terkait perguruan tinggi(11/10).

Sudah bukan menjadi persoalan yang tabu lagi jika calon mahasiswa menanyakan perihal SPP dan biaya kuliah lainnya. Menurut sebagian besar siswa, biaya menjadi salah satu alasan untuk memilih perguruan tinggi. Sedangkan, perguruan tinggi yang memiliki akreditas baik tidak sedikit yang memerlukan biaya yang banyak pula. Berbeda dengan perguruan tinggi lain, UII menerapkan sistem transparansi dalam pembiayaan pendidikan hingga lulus menjadi sarjana. Semua telah tertuang secara rinci dan spesifik dalam buku panduan penerimaan mahasiswa baru. Transparansi ini dilakukan agar calon mahasiswa mampu memepertimbangkan kelanjutan pendidikannya, sehingga segala jenis biaya telah dipersiapkan bahkan sebelum mulai mendaftar.

Mencari, meneliti, dan memilih perguruan tinggi bisa menjadi langkah awal penetuan nasib di masa depan. Hal ini dilakukan oleh para siswa itu hingga berkeliling jawa demi menentukan jalan sukses mereka. “Dengan kedatangan kami kesini, kami harap banyak informasi yang kami dapatkan secara langsung. Sehingga memberikan kemudahan juga bagi anak-anak kelas tiga ini untuk menentukan universitas mana yang akan mereka tuju. Juga di UII ini sebenrnya sudah banyak alumni kami.” Pangkas Pak Wagino S.Si M. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah asal Bekasi yang memimpin kunjungan tersebut. Selain itu, Bapak Drs Matadi selaku Kaprodi Akuntansi dan Keuangan sekolah asal Lamongan itu menyampaikan bahwa mereka sangat berharap dengan kedatangan siswa-siswi mereka mendapatkan wawasan baru dan memahami lebih dalam lagi tentang perguruan tinggi.

Kunjungan ke Fakultas Ekonomi UII ini juga dapat menambah relasi antara universitas dengan sekolah-sekolah khususnya SMA. Tidak hanya dari Bekasi dan Lamongan tetapi kunjungan seperti ini juga sering dilakukan oleh banyak sekolah karena dianggap lebih efektif dalam memahami lebih dalam tentang suatu universitas. Proses ini juga sekaligus mampu mengedukasi tentang sejarah berdirinya UII, alumni-alumni yang menginspirasi, hingga program penerimaan mahasiswa baru yang menjadi informasi paling penting. Informasi-informasi tersebut diberikan oleh Pak Baziedy yang merupakan perwakilan dari tim promosi Fakultas Ekonomi. Disela-sela penyampaian materi ia mengatakan “Mencapai kesukseskan di masa muda sangat memungkinkan”, satu kalimat yang membuat beberapa siswa mengangguk paham.

Perguruan tinggi merupakan gerbang lanjutan yang lebih kompleks dan mengerucut pada bidang keahlian tertentu. Oleh karena itu, memang sudah sepatutnya dalam mencari perguruan tinggi perlu banyak indikator-indikator pengukurnya, tergantung pada prioritas masing-masing individu. Walaupun pendidikan tidak hanya didapatkan di ruang kelas tetapi cara menggali potensi mahasiswa perlu dilakukan karena dunia kerja yang merupakan fase kehidupan yang sebenarnya tergantung pada apa yang mereka miliki saat ini. (ANA/SND)