Mahasiswa merupakan agent of change, yang diharapkan dapat bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, dan pengetahuan yang mereka miliki. Sehingga mahasiswa memiliki banyak aspirasi atau suatu keinginan yang kuat untuk kedepannya dapat merubah negaranya menjadi lebih baik lagi. Lembaga Pers Mahasiswa Ekonomika Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia  (LPM Ekonomika FE UII) hadir untuk menjadi salah satu media aspirasi dan inspirasi mahasiswa. Ekonomika FE UII telah berdiri selama 42 tahun dan telah banyak menampung aspirasi mahasiswa serta menjadi salah satu saksi jatuh bangunnya perekonomian Indonesia sejak Orde Baru hingga masa Reformasi.

Dalam merayakan hari berdirinya LPM Ekonomika FE UII diadakan lomba dan sharing fotografi yang mengusung tema “Human Interest: Bahagia itu Sederhana Ala Anak 90-an”. Diadakannya lomba fotografi, karena fotografi merupakan salah satu jenis seni yang saat ini sedang populer di kalangan anak muda dan fotografi menjadi salah satu aspek penting dalam suatu berita karena foto yang dihasilkan harus dapat menyampaikan suatu pesan melalui visualisasi dari sebuah peristiwa. Lomba ini diselenggarakan tidak hanya untuk mahasiswa FE UII namun juga untuk mahasiswa aktif se-Indonesia. Tanggapan diadakannya lomba fotografi ini sangat positif dapat dilihat dari banyaknya jumlah peserta yang mengikuti lomba tersebut.

Alur perlombaan fotografi diawali dengan tahapan pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 1-30 November 2018 kemudian diikuti dengan sesi penjurian pada tanggal 1-7 Desember 2018 dan sebagai penutupan yaitu sesi sharing dan pengumuman lomba pada tanggal 8 Desember 2018 yang diselenggarakan di Hall Tengah FE UII. Sesi sharing kali ini diisi oleh seorang fotografer professional yaitu Yosafat Y. Krishnanda. Pada sesi sharing Yosafat menjelaskan mengenai fotografi dan salah satu jenisnya yaitu human interest. Seperti yang telah kita ketahui fotografi memiliki arti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka terhadap cahaya. “Landasan dalam menciptakan sebuah karya fotografi ada empat yaitu pencahayaan, efek gerak, fokus dan ruang tajam komposisi” ucap Yosafat.

Banyak sekali jenis-jenis foto dalam fotografi yaitu jenis landscape, portrait, aerial, stage, wildlife, human interest, macro, food, dan masih banyak lagi. Namun saat ini jenis fotografi yang paling populer yaitu human interest karena memiliki banyak peminat dan tidak membosankan karena dalam human interest kita seperti “membekukan” waktu. Fotografi human interest adalah potret dari kehidupan seseorang yang menggambarkan suasana/mood dan menimbulkan simpati dari orang yang melihatnya. Human interest merupakan bagian dari foto jurnalisme, foto dalam human interest menggambarkan kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungannya serta menggambarkan kehidupan masyarakat dengan perekonomian ke bawah atau di daerah pedalaman. Sesuai dengan namanya objek yang dipotret dalam human interest yaitu manusia.

Pada sesi sharing, Yosafat juga memberikan tips dan trick dalam pengambilan fotografi. Tips yang pertama yaitu jangan takut dengan orang, maksudnya yaitu ketika ingin memotret kita harus melakukan komunikasi dengan objek yang ingin kita potret. “Jangan biasakan mengambil foto tanpa izin dan setelah selesai langsung pergi begitu saja”, tutur Yosafat. Tips yang kedua yaitu belajar untuk menunggu momen dan tips yang terakhir yaitu ambil close-up objek tersebut. Yosafat juga berpesan untuk usahakan hasil dari foto human interest ini senatural mungkin dan mengatakan “Jika foto mu kurang bagus berarti kamu kurang dekat dengan objek”. (SHP)