Persiapan Sejak Dini Menghadapi Dunia Kerja

Menghadapi dunia kerja bukanlah persoalan yang mudah, diperlukan adanya persiapan yang matang baik itu dari segi soft skill maupun hard skill. Kebutuhan akan pekerjaan merupakan kebutuhan dalam hal aktualisasi diri dan sebagai ajang untuk memperbaiki taraf hidup yang lebih baik. Disamping itu, persaingan yang semakin ketat serta banyaknya job seeker semakin menambah angka pengangguran dan sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Berdasarkan data dari BPS 2018, pengangguran di Indonesia pada Febuari 2018 mencapai 5,13% dengan jumlah pengangguran sebesar 6,87 juta orang. Ditambah lagi saat ini telah memasuki era industri 4.0 dimana sebagai seorang mahasiswa bukan saatnya untuk mencari pekerjaan tetapi membuat sebuah pekerjaan yang mengasah kreativitas mereka. Karena hal tersebut, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengadakan Workshop Recruitment Preparation and Simulation. Dalam acara tersebut dibahas mengenai tips dan trick mengahadapi dunia pekerjaan serta hal apa saja yang diperlukan saat mencari pekerjaan. Acara tersebut dihadiri oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi di ruang Aula Utara FE UII Senin, 10 Desember 2018.

Baziedy Aditya Darmawan, S.E., M.M selaku moderator serta dosen prodi manajemen FE UII menuturkan bahwa adanya kuliah umum seperti ini merupakan suatu yang langka dan menjadi sebuah kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi di dunia pekerjaan, selain itu seorang diploma ataupun sarjana yang baru saja lulus masih buta akan dunia kerja, sehingga ini merupakan sebuah kesempatan yang bagus agar mahasiswa dapat terserap di dunia industri.

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan yang membagikan pengalamannya terkait recruitment adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Seperti yang diketahui PLN adalah BUMN yang bergerak dibidang sumber daya listrik di seluruh Indonesia. Dimana PLN memiliki 11 anak perusahaan dan 56 unit instansi yang dibawahinya. Evi Supriani selaku wakil dari PLN mengatakan bahwa PLN merupakan perusahaan yang berorientasi pada kepuasaan pelanggan. Selain sebagai BUMN Indonesia, PLN juga memberikan andil di bidang sosial yaitu fokus utama PLN adalah melistriki daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Selanjutnya Evi menjelaskan terkait proses rekruitmen PLN.

“Proses rekruitmen PLN saat ini dapat diakses melalui website online PLN, karena saat ini sudah berbasis teknologi sehingga lebih cepat dan mudah dalam pengiriman berkas pelamar” jelas Evi Supriani. Evi juga menambahkan hal-hal yang perlu diperhatikan saat rekruitmen adalah kesehatan jasmani dan rohani, keterampilan sosial seperti berkelakuan baik dan mudah beradaptasi, serta pintar dalam menanggapi isu-isu terkini. Terdapat 6 tahapan yang dilakukan PLN pada saat rekrutmen yaitu administrasi, akademik dan Bahasa Inggris, psikotes, tes kesehatan, dan wawancara. Hanya sekitar 30% yang berhasil lolos pada saat tes psikotes, karena tes tesebut mengungkapkan kepribadian dari pelamar.

Senada dengan hal tersebut, Ratna Syifa’a Rachmahana S.Psi., M.Si selaku direktur PPT UII mengatakan bahwa adanya tes psikotes yaitu untuk melihat bagaimana seseorang bertindak secara tepat dan untuk mengukur potensi seseorang. Karena potensi seseorang belum tentu sejalan dengan prestasi dan potensi merupakan kemampuan yang orisinil bukan hasil dari belajar. Selain menjadi pribadi yang memiliki keterampilan sosial baik dan mudah beradaptasi, seorang mahasiswa maupun pelamar perlu mengetahui passionnya masing-masing. “Satu hal yang perlu diputuskan saat ini adalah what is your passion, temukan dahulu passionmu. Karena dalam dunia perkuliahan bagai berada di menara gading tetapi saat memasuki dunia kerja sudah memasuki hutan belantara” terang Ratna Syifa’a. Menurutnya passion itu penting karena hal tersebut yang menuntun seseorang untuk memilih dunia pekerjaan mana yang akan digeluti.

Dengan adanya workshop ini diharapkan mampu membuka mata mahasiswa terkait rekrutmen dalam dunia kerja dan bagaimana mempersiapkan tantangan yang akan dihadapi, serta memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya agar mampu bersaing dalam dunia kerja. (SHF/NFS)