Strategi Perencanaan Karir bagi Young Workers

Dewasa ini, tercatat semakin banyak generasi pencari kerja yang tersebar di Indonesia. Dengan adanya fakta tersebut menyebabkan para pemuda di usia produktif berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan yang sepadan dengan tingkat pendidikan yang telah ditempuh. Mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan tentu memiliki rencana untuk berkiprah pada karir yang mereka impikan. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan karir yang matang, karena perencanaan karir adalah suatu hal penting yang harus disiapkan sedini mungkin oleh para mahasiswa.

Program studi manajemen berinsiatif untuk mengadakan kegiatan Workshop Career Planning and Counseling yang dilaksanakan pada 10 Desember 2018 di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII yang diikuti oleh 150 peserta. Acara ini diharapkan dapat menjembatani mahasiswa untuk bisa mempersiapkan diri akan kompetensi yang dimiliki melalui pembekalan di kampus dengan kebutuhan yang ada di perusahaan. Acara ini dihadiri oleh dua pembicara yang memiliki latar belakang dari bidang sumber daya manusia dan psikolog yakni Ir. Mgs. Prima D. Putra, MBA yang merupakan Staf Utama Direktorat SDM dan Tata Kelola PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Ike Agustina, S. Psi., M.Psi dari Direktur Sumber Daya Manusia UII.

“Kampus harus menjadi tempat mahasiswa untuk berkembang, baik secara hard skill maupun soft skill” tutur Pak Prima membuka workshop tersebut. Kampus bukan hanya sekadar tempat untuk menuntut ilmu tetapi mengeksplorasi diri merupakan hal yang membuat seorang mahasiswa memiliki nilai lebih. Hasil eksplorasi diri ini yang akan mendorong mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan. Dilema para pencari kerja kebanyakan dialami oleh para mahasiswa semester akhir karena tentu banyak yang telah memiliki tujuan yang jelas namun tidak sedikit juga mahasiswa mengalami kebingungan dalam memilih karir.

Dalam workshop tersebut dijelaskan adanya strategi yang harus dilakukan oleh para mahasiswa yaitu menetapkan strategi dengan adanya tujuan karir sesuai dengan minat dan bakat. Selain itu, banyak mencari informasi mampu membentuk cara pandang, sikap, dan keyakinan.

“Vision without action is merely a dream. Action without vision just passes the time. Vision with action can change the world!” (Joel A. Barker)

Hal yang dibutuhkan untuk pekerja muda selain pengalaman berorganisasi adalah selalu memiliki mimpi dan keinginan yang kuat untuk menwujudkannya, keinginan ini diwujudkan dalam bentuk aksi yang nyata. Tiga dasar yang dapat dipelajari pada Leadership Course in Australia yaitu pimpin dirimu, pimpin staf dan kolegamu, dan pimpin pemimpinmu. Jika ketiga dasar tersebut berintegrasi dalam satu aksi maka akan meningkatkan kualitas dari aksi yang dilakukan. Aksi tersebut akan berdampak pada kebiasaan individu sehingga kepemimpian itu dapat terbentuk.  Jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang individu akan berpengaruh pada prospek karirnya di masa depan.

Namun, saat ini masih sangat banyak mahasiswa atau masyarakat usia produktif yang belum bisa menentukan arah karirnya. Sehingga dengan adanya kegiatan workshop ini, mengenalkan para mahasiswa tentang konseling karir. Sesi konsultasi karir yang biasa dikenal dengan Career Counseling adalah sebuah layanan profesional yang akan membantu individu dalam proses untuk lebih mengenal dan memahami tentang dirinya sendiri. Dengan adanya program ini, setiap individu mampu mengenal lebih jauh dunia pekerjaan dalam rangka untuk menentukan pilihan karir, pendidikan yang akan ditempuh, dan keputusan hidup. Tidak hanya membahas mengenai perencanaan karir tetapi juga terdapat sesi konseling karir langsung oleh psikolog yang dibuka untuk 15 orang pendaftar saja. Antusiasme peserta workshop terlihat ketika sesi karir konseling itu ditawarkan.

“The professional help service that you need to know” kutipan awal materi terakhir yang dibawakan oleh Bu Ike yang membuka pandangan mahasiswa bahwa selalu ada harapan untuk mewujudkan cita-cita mereka menjadi seorang young worker. (ANA/DMR)