Memasuki usia genap ke-76, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, pengajian, serta pemerikasaan kesehatan di Desa Lembu Purwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (17/2). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu bagian dari rangkaian acara Milad ke-76 UII, yang mengangkat tema Khidmat UII untuk Bangsa.

Dipilihnya Lembu Purwo sebagai lokasi kegiatan karena desa ini merupakan wilayah dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diampu oleh Dosen Pengawas Lapangan dari Fakultas Ekonomi UII. Tujuan utama dari kegiatan tersebut sebagai syiar agama Islam, memperkenalkan UII dan berbagi rezeki.

Kepala Desa Lembu Purwo, Bagus Wiranto menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sangat positif. Ceramah yang disampaikan mampu mengobati besarnya antusiasme masyarakat dalam menyambut kegiatan yang digelar.

Bagus Wiranto menambahkan, keberadaan mahasiswa KKN UII di desanya juga telah berpengaruh besar terhadap masyarakat. “Tidak hanya ilmu akademik, namun ilmu pertanian dan teknologi yang disampaikan mahasiswa KKN UII juga menambah wawasan bagi masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Fakultas Ekonomi UII juga membagikan 250 paket sembako murah untuk warga setempat. Listya Endang Artiani selaku ketua panitia kegiatan berharap paket sembako murah dan layanan kesehatan yang diberikan Fakutas Ekonomi UII dapat membantu masyarakat sekitar.

Menurut Listya, “Beberapa Desa di Indonesia masih terdapat penduduk miskin dengan ketidakterjangkauan ekonomi dan layanan kesehatan, salah satunyna di Lembu Purwo ini. Sehingga penyediaan sembako murah dan layanan kesehatan gratis harapannya akan memberikan banyak manfaat.”

Bagus Wiranto berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan lagi oleh FE UII dengan pengembangan program yang lebih banyak dan lebih baik . “Desa Lembu Purwo sangat berterima kasih, ke depannya pintu kerja sama akan selalu terbuka. Meski kegiatan ini sifatnya sederhana, namun kegiatan seperti inilah yang sangat ditunggu oleh masyarakat,” pungkasnya. (MNZ/MAR)