,

UII Akan Selalu Menghasilkan Cendekiawan Muslim

Pada Selasa, 1 Maret 2022, dalam rangka memperingati Milad Ke-79 Universitas Islam Indonesia, Senat Universitas menyelenggarakan Rapat Terbuka dengan mengambil tema “Lincah dalam Strategi, Setia Pada Misi”. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Islam Indonesia. Acara ini dihadiri oleh jajaran Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf, Ketua Senat, Ketua Majelis, Guru Besar, Rektor, Wakil Rektor, dan Dekan Fakultas Universitas Islam Indonesia.

Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Rektor UII memberikan sambutan. “Tema milad ke-79 ini diambil dengan kesadaran penuh atas hasil pemindaian lingkungan internal dan eksternal. Salah satunya kerjasama dengan Ikatan Alumni UII (IKU) dengan melakukan kegiatan bersama seperti, Webinar, pemberian bantuan kepada korban bencana melalui UII Peduli dan penanaman pohon secara serentak melalui Gerakan UII Bumi Lestari. Kedepannya IKU berencana memberikan beasiswa kepada dosen muda UII untuk studi lanjut.” buka Fathul dengan dilanjutkan laporan perkembangan UII lainnya yang membanggakan.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII oleh Drs. Suwarsono, M.A. Suwarsono menyampaikan keoptimisan akan kesungguhan lingkungan internal UII dalam membangun masa depan universitas.

“Dengan bekal seperti itu, Saya kira tidak ada kata lain kecuali menyimpulkan dan sekaligus berdo’a bahwa masa depan UII akan lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya,” tutur Suwarno.

Dr. Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom., memaparkan dalam pidato ilmiahnya dengan judul “Forensika Digital, Penerapan Bukti Ilmiah untuk Investigasi Kejahatan pada Ruang Siber” bahwa kajian forensik dilakukan oleh beberapa jurusan di UII, “pada Jurusan Informatika melalui konsentrasi Forensik Digital, Fakultas Kedokteran melalui Kedokteran Forensik, Jurusan Akuntansi melalui Akuntansi Forensik, dan Jurusan lainnya. Hal ini menjadi modal bagi UII untuk menjadi salah satu rujukan terhadap kajian dan pengembangan forensik di Indonesia,” Jelas Yudi selaku Kepala Pusat Studi Forensik Digital Jurusan Informatika FTI UII.

“Kedepannya program forensik digital dari program Magister Informatika akan terus meningkat kapasitasnya dalam mendukung pengembangan ilmu forensik di indonesia, seperti adanya laboratorium pengujian forensik digital yang berorientasi kepada ISO 17025, riset dasar maupun riset terapan yang berbasis pada produk yang dapat diimplementasikan oleh praktisi maupun industri,” tambah Yudi.

“Keberadaan kajian forensik digital menjadi upaya civitas akademika UII untuk mendidik mahasiswa untuk menghasilkan lulusan berkarakter ulil albab dan cendekiawan muslim yang beramal ilmiah dalam bidang forensik digital” Pungkasnya. (AFA/AAM)