,

Bawa Nama UII ke Kancah Dunia, Tim Antares Raih Juara Pertama “14th ERPsim International Competition”

Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Islam Indonesia kembali membawa harum nama UII di kancah internasional. Tim Antares berhasil meraih juara pertama dengan nilai tertinggi untuk 14th Enterprise Resource Planning Simulation (ERPsim) International Competition pada Kamis (16/06)  yang diselenggarakan oleh HEC Montreal secara daring.

UII diwakili oleh Tim Antares yang terdiri dari 5 mahasiswa Program Studi Akuntansi, yaitu Humam Naufal Tsuraya, Javier Erlandaffa Satria Dwikamba, Bayu Aji Faundra Pratama, Saphira Pricilla Estuarine, dan Dyah Ayu Puspaningrum. Mereka sebelumnya juga menjuarai ERPsim Competition di tingkat Asia Pasific Japan pada bulan Maret lalu.

“Menjadi pemenang dalam kompetisi ini merupakan suatu anugrah dan pengalaman paling berharga dalam hidup kami karena selain membawa nama baik universitas dan keluarga kami, hal tersebut juga memberikan suatu value khusus pada kami. Tentunya dalam perjalanannya banyak sekali lika-liku yang kami lalui, dari latihan intensif hingga evaluasi tiap saat. Alhamdulillah berbagai bentuk ikhtiar yang kami jalani berbuah manis. Oleh karena itu, pengalaman ini cukup menyenangkan karena dapat bertanding dengan 21 tim terbaik dari berbagai negara,” tutur Dyah. 

Kompetisi kali ini pun juga berbeda. “Kalau pada saat APJ kami diberi satu hari sebelumnya untuk latihan terlebih dahulu, tetapi untuk kompetisi kali ini kami tidak diberikan sehingga langsung bertemu pada saat final,” tutur Bayu. Bagi Javier lingkup internal UII memiliki jiwa kompetitif yang besar sehingga jika dapat melewati lingkup internal dengan baik, maka pada saat kompetisi akan berjalan dengan baik juga.  

Tips yang dilakukan oleh Tim Antares adalah meningkatkan sales, karena ini adalah poin utama yang berpengaruh dalam kompetisi. “Pada akhirnya semua akan bergantung pada sales, karena jika bagian produksi sudah memproduksi barang sedemikian rupa nantinya jika sales-nya terhambat maka perusahaan tidak akan mendapatkan profit yang diinginkan,” ungkap Humam. 

Tim Antares mengungkap bahwa negara Cina menjadi lawan terkuat karena dianggap memiliki strategi kompetisi yang baik. Dengan begitu, penting untuk tidak mudah menyerah, latihan analisis secara kontinu, dan membangun bonding untuk mempererat rasa kekeluargaan sesama tim sehingga mampu membawa nama UII lebih tinggi dan jaya lagi. 

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan mendedikasikan waktunya untuk memastikan kesiapan kami dalam mengikuti kompetisi ini, yaitu coach M. Fadhly Rizky Octavio, kemudian kepada ERP CC FBE UII Ibu Isti Rahayu, Ibu Primanita, Ibu Mauli, dan Pak Iksan, kemudian dari Tim Eagles yang telah menemani latihan kami serta Ketua Prodi Akuntansi Bapak Mahmudi yang telah memberikan fasilitas yang sangat baik kepada kami dalam menjalani kompetisi ini,” ungkap Tim Antares di akhir. (NARD/AB)