Rabu (27/11) Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UII bersama dengan Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) menggelar rapat kerja sekaligus Focus Group Discussion (FGD) di Eastparc Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi dan juga praktisi yang ahli dibidangnya. Fokus diskusi pada kegiatan kali ini adalah membangun sinergi akademisi dan praktisi dalam memperkuat eksistensi audit forensik di era industri 4.0.
Kejahatan ekonomi merupakan persoalan yang dihadapi dunia saat ini. Akuntansi forensik dan audit investigasi merupakan salah satu metode yang bisa digunakan sebagai kunci dalam menghadapi perkembangan kejahatan ekonomi dalam bidang keuangan, utamanya financial technology (fintech). Sekarang ini kejahatan yang profesional sudah beralih menggunakan teknologi sebagai tools of crime, sehingga hal ini perlu segera dipikirkan oleh lembaga terkait untuk memberikan aturan tentang fintech tersebut.
Dr Sukardi S.H., M.Hum, Penyidik, Dosen LB, Konsultan Hukum Pidana BARESKRIM POLRI menyampaikan bahwa, “Dampak dari perkembang ini adalah munculnya berbagai kejahatan-kejahatan baru terutama di bidang ekonomi. Bukan hanya borderless, tidak! Kelihatan batas-batas negara yang hukum itu diperdebatkan tentang teritorial cyber ini dimana. Tapi dibidang ekonomi juga yang paling menonjol adalah destruction innovation, yang mau tidak mau harus dihadapi saat ini.”
Dilihat dalam bidang hukum, para ahli nantinya akan menempati posisi sentral dalam penegakan hukum. Akuntansi forensik yang kita pahami adalah kolaborasi antara hukum dan ekonomi yang dalam arti akuntansi. Walaupun auditor menempati posisi sentral, namun di satu sisi perkembangan teknologi yakni robot akan turut mengancam posisi manusia. Dengan web analisis dan big data sistem ekonomi akan cenderung digantikan oleh sistem robot.
Selanjutnya Moh. Mahsun., S.E., M.Si., Ak., CPA., CFrA., Praktisi Kantor Akuntan Publik turut menyampaikan terkait praktik audit forensik yang ada di Indonesia, “Di dalam mengelola kantor akuntan publik itu strategi blue ocean patut diterapkan. Bagaimana kita membuat portofolio yang berbeda dengan kantor lainnya. Jika pada umumnya kantor akuntan publik menggunakan general audit maka diferensiasinya adalah audit forensik dan investigasi audit,” jelasnya.
Penempatan seperti ini dikarenakan perkembangan bisnis akan menyebabkan sengketa dan fraud meningkat. “Disitulah diperlukan peran seorang auditor forensik. Dimana dalam melakukan pekerjaan sebagai auditor forensik selalu berkoordinasi bersama BARESKRIM sebagai penyidik. Hal ini menjadi salah satu poin pemeriksaan yang berbeda dari yang namanya general,” tambah Mahsun.
Pada umumnya, audit keuangan dilakukan secara periodik yang tujuannya memberikan opini tentang kewajaran laporan keuangan secara rutin. Di luar hal tersebut, audit kinerja yang biasanya dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga dilakukan secara simultan setelah audit keuangan dilakukan dengan menggunakan dasar Keputusan Menteri nomor 100/MBU/2002, yang wajib dinilai kesehatannya, dengan menggunakan data laporan keuangan audit. Alur penyelesaian audit didahului dengan pengauditan laporan keuangan kemudian kesesuaian substansi akhir dengan bukti audit yang diterima. Segala bentuk bukti tersebut akan dipakai untuk audit kinerja untuk menilai level kewajaran keuangan suatu perusahaan. (ERF/ADL)







Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bekerja sama dengan sivitas akademika dalam melakukan pengayaan teori untuk strategi dan ide-ide besar yang akan dilaksanakan ke depan. KPPU merupakan lembaga super yang salah satu fungsinya adalah mewujudkan mental persaingan usaha yang sehat. Selain itu KPPU juga berwenang dalam melakukan investigasi atas adanya pelanggaran persaingan serta dapat memberikan sanksi berupa tindakan administratif. Kekuatan KPPU sungguh besar karena menaungi dan mengkaji berbagai bidang industri yang sangat luas. Sehingga KPPU membutuhkan pandangan yang jelas dan bekerja sama dengan sivitas akademika untuk uji teoritis supaya tujuan dan strategi yang yang akan dicapai dapat dirumuskan secara tepat dan terperinci.
Sabtu (9/10), Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Indonesia (UII) menyapa Ibu Kota dalam acara Alumni Gathering yang diselenggarakan di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Pusat. FE UII mengambil inisiatif untuk memperkuat hubungan dengan para alumninya melalui forum ini guna mengembangkan jaringan untuk meningkatkan peran para alumni terhadap almamater dan masyarakat secara umum.
Majang Palupi, BBA., MBA., salah satu dosen Internasional Program di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII), berhasil meraih nilai dengan predikat sangat memuaskan, pada Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi FE UII pada Selasa (5/11), di Gedung Ace Partadiredja, Fakultas Ekonomi UII.
