Dalam menanggapi peluang dan tantangan era global di Revolusi Industri 4.0 tentu penting bagaimana kita senantiasa memperkuat komitmen untuk menyebarkan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan, mendorong kolaborasi internasional, serta memfasilitasi dalam berbagi ide dan jejaring di bidang-bidang Akuntansi, Bisnis dan Ekonomi.
Rabu (23/10) bertempat di Royal Ambarukmo Hotel Yogyakarta, Fakultas Ekonomi UII kembali mengadakan The 3rd UII-International Conference On Accounting, Business, And Economics (UII-ICABE) 2019.
Pada kesempatan kali ini, FE UII optimis mengusung tema “Global Opportunities and Challenges in Industry Revolution 4.0: Never Ending Innovation”. UII-ICABE yang sudah ketiga kalinya diadakan kali ini menghadirkan 4 keynote speakers yang sangat mumpuni, seperti Prof. Phil Hancock dari University of Western Australia, Prof. Abdul Ghafar Ismail dari Kolej Pengajian Islam Johor, Prof. Hadri Kusuma dari UII, dan Dr. Halim Alamsyah dari Lembaga Penjaminan Simpanan.
Prof. Abdul Ghafar Ismail pada sesinya menyampaikan terkait ide-ide inovatif yang dapat secara efisien dihasilkan, dikembangkan, diuji dan pada akhirnya ditingkatkan untuk dampak pembangunan.
“Meningkatkan inovasi dan akses ke keuangan Islam adalah bagian penting dari pertumbuhan pasar dan juga membuat hubungan yang erat antara keuangan Islam dan sektor riil. Selain itu, penting untuk Sang Pencipta tertanam dalam ekonomi sirkuler,” tandasnya.
Menurut Prof. Hadri Kusuma, suka atau tidak suka, revolusi industri 4.0 telah menciptakan dan membangun ekonomi informasi baru.
“Untuk mencapai keberhasilan dalam ekonomi informasi ini, tata kelola TI adalah aspek penting tata kelola perusahaan. Tata Kelola TI yang Baik membantu para pemimpin perusahaan dalam tanggung jawab mereka untuk memastikan bahwa sasaran TI selaras dengan tujuan bisnis, memberikan nilai, kinerjanya diukur, sumber dayanya dialokasikan dengan tepat, dan risikonya dikurangi,” tuturnya optimis.
Pentingnya tata kelola TI dengan penekanan bahwa praktik dalam organisasi besar tidak dapat digeneralisasi ke organisasi skala kecil dan menengah karena mereka memiliki lingkungan ekonomi, budaya, dan manajemen yang berbeda.
Seperti pernyataan yang dilontarkan oleh Prof. Phil Hancock pada saat sesi presentasi yang menyatakan bahwa “robot” tidak akan menerima pekerjaan kita.
“Perubahan teknologi semakin cepat, namun tingkat pengangguran di banyak negara relatif rendah. Dimana teknologi baru benar-benar berlaku, mereka umumnya menciptakan pekerjaan yang sama banyaknya dengan pekerjaan yang mereka matikan. Hanya saja yang mereka bunuh mudah terlihat, sedangkan yang mereka buat cenderung tidak terlihat,” tandasnya.
Dari sekitar 200 makalah yang masuk dari berbagai negara seperti Jepang, Portugal, Sri Lanka, Cina, Irak, Malaysia, Thailand dan juga Indonesia nantinya akan langsung di-review secara objektif oleh reviewer dari beberapa negara.
UII-ICABE sendiri akan memilih 120 makalah terbaik untuk dipublikasikan di jurnal bereputasi. Tidak tanggung-tanggung, semua skema publikasi nantinya akan dikirimkan ke basis data indeks internasional utama demi memastikan artikel atau makalah memiliki visibilitas yang baik secara internasional. (ARS)


Pentingnya suatu informasi mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia merupakan hal mendasar dalam tumbuh kembangnya prospek ekonomi global setiap tahunnya. Pada Kamis (17/10) Fakultas Ekonomi UII gelar kuliah umum yang bertajuk Perkembangan Ekonomi Terkini dan Kebijakan Fiskal Indonesia. Acara yang bertempat di ruang Aula Utara FE UII kali ini turut menghadirkan pemateri yang mumpuni pada bidangnya yakni Iis Iskandar, Kepala Sub Bidang Non Primer Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI.
Saat ini, ketersediaan akan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia sudah sangat memadai. Namun, hal tersebut tidak mengurung semangat para mahasiswa untuk melanjutkan studi di luar negeri. Apalagi, kini sudah banyak sekali tawaran beasiswa yang ada di lingkungan kita. Selain dapat memperoleh banyak pengalaman selama berdomisili di negara tujuan studi, peserta juga akan meraih berbagai pengalaman belajar dan lingkungan hidup yang baru di kancah global sesuai keilmuannya.
Menerima kunjungan dari sekolah maupun Universitas merupakan salah satu agenda rutin yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII). Seperti halnya pada Senin (14/10), FE UII kembali menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Muntilan. Adapun tujuan dan maksud dari kunjungan kali ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pasar modal serta menambah wawasan tentang dunia perkuliahan pada 180 siswa dan 6 Guru yang ikut dalam kunjungan tersebut.
Ibadah haji merupakan impian seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun lebih dari 60% jamaah haji Indonesia tahun 2019 merupakan lanjut usia dan beresiko tinggi. Padahal ibadah haji memerlukan tenaga yang ekstra dengan kondisi fisik yang masih prima. Sehingga diperlukan perencanaan yang baik agar dapat menunaikan ibadah haji ketika masih muda.
Di zaman sekarang ini, memiliki ilmu pengetahuan saja tidak akan cukup untuk mampu bersaing dalam dunia kerja. Agar dapat menjadi pribadi yang lebih unggul dibandingkan orang lain maka kita tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan
Workshop dan Expo mempunyai peran penting dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas selain dunia akademik yang mana keterampilan tersebut memainkan peran penting di masa depan. Hal ini menjadi penting, mengingat keterbatasan dalam praktik wawasan industri kreatif di dalam kelas. Kehadiran narasumber dari dunia industri kreatif diharapkan mampu membuka wawasan baru bagi mahasiswa untuk melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif.
