Dosen UIIKiprah UII dalam pengembangan keilmuan ekonomi Islam memang telah mendapat reputasi yang cukup tinggi. Hal ini tidak berlebihan sebab UII memiliki dosen-dosen yang cukup aktif melakukan riset dan kajian keilmuan ekonomi Islam tidak hanya di tingkat nasional namun juga regional ASEAN. Sebagaimana tergambar dalam keikutsertaan dua orang dosen Fakultas Ekonomi UII, Priyonggo Suseno, S.E., M.Sc dan Agus Widarjono, S.E., M.A., Ph.D dalam sebuah forum pengembangan ekonomi syariah di Davao City, Filiphina pada 4-5 Mei silam. Dalam seminar bertemakan “Shari’ah Economics, New Paradigm” dan 2nd Executive Meeting on Shariah Financial and Compliant Social Enterprise Framework tersebut, kedua dosen UII sengaja diundang oleh pihak penyelenggara untuk membagikan pemahamannya.

Acara seminar diselenggarakan atas kerjasama antara Al-Qalam Institute, pusat studi Islam di Ateneo De Davao University dengan yayasan Peace and Equity Foundation (PEF) dan Center for Islamic Economic Studies and Development (P3EI), UII. Seminar juga sebagai tindak lanjut kerjasama UII dengan Ateneo De Davao University yang telah diinisiasi sejak tiga tahun yang lalu. Seminar ini dimaksudkan untuk membangun paradigma baru bagi masyarakat Filiphina, khususnya di wilayah selatan atau Mindanao tentang apa dan pentingnya ekonomi syariah.

Setidaknya sekitar 80 peserta dari berbagai praktisi dan akademisi turut hadir dalam seminar. Uniknya, separuh dari peserta adalah non muslim sehingga seminar ini dipandang sebagai wacana baru yang membuka mindset tentang Islam selama ini. Beberapa lembaga yang juga hadir di antaranya beberapa yayasan dan lembaga swadaya masyarakat  seperti Katiyakap Inc, Darul Ifta, NCMF, Katabanga Foundation, PEF Foundation, bank syariah yaitu Amanah Islamic Bank- satu-satunya bank syariah di Filiphina, dan praktisi bisnis dan keuangan seperti Al Wataniya Inc., Mindanau Business Council, pengusaha sektor agribisnis, peternakan, dan berbagai pihak termasuk ulama.

Dalam sesinya, Priyonggo memaparkan tentang “Pelajaran dari Ekonomi Syariah di Indonesia” sedangkan Agus Widarjono memaparkan tentang “Pembiayaan Pertanian melalui Perbankan Syariah”. Paradigma yang dinilai baru dari hasil seminar ini adalah bahwa Ekonomi Syari’ah bukanlah hanya untuk orang Islam dan Ekonomi Shariah merupakan hal yang bisa diterapkan bukan utopia.

Pada hari kedua, forum direktur executive keuangan mikro dan pusat pemberdayaan masyarakat membahas mengenai tindak lanjut dari hasil seminar, yang diharapkan akan melahirkan suatu shariah compliant social enterprise yang memiliki pengaruh konkrit bagi kesejahteran masyarakat Filiphina. Forum ini juga merumuskan mengenai rekomendasi langkah konkrit yang akan dikerjakan.

Di akhir acara, Pembantu Rektor bidang Akademik, Rama Fr. Gabriel Gonzales SJ merespon sangat positif terhadap potensi pengembangan akademik Keuangan Shariah di Ateneo De Davao University. Kegiatan ini akan berlanjut dalam kerjasama yang lebih intensif, sebagaimana disebutkan oleh direktur Al Qalam, Mussolini S Lidasan. Sebagai tindak lanjut kerjasama ini akan diagendakan beberapa kegiatan ke depan, di antaranya pada akhir tahun 2015 akan dikirimkan kembali peserta magang dari Filiphina di lembaga keuangan mikro syariah (BMT) ke Indonesia melalui UII. Ateneo De Davao University juga akan menyelenggarakan kuliah tamu mengenai ekonomi keuangan syariah yang melibatkan UII.

sumber: uii.ac.id