Radhar Panca DahanaPancasila sebagai dasar Negara bangsa Indonesia hingga sekarang telah mengalami  perjalanan waktu yang tidak sebentar, dalam rentang waktu tersebut banyak hal atau peristiwa yang terjadi menemani perjalanan pancasila, sehingga berdirilah pancasila seperti sekarang ini di depan semua bangsa Indonesia. Begitu juga dengan ekonomi yang merupakan hal yang sangat erat dengan kehidupan kita. Perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini jauh dari dasar pancasila yaitu dari landasan negara kita. Pancasila bukan berarti hanya terkait dengan pasal-pasal yang dijabarkan dalam Undang Undang Dasar 1945, tetapi juga menjadi implementasi dari kehidupan kita.

Ekonomi cukup kritik budaya pada kapitalisme merupakan sebuah buku yang sangat menarik ditulis oleh Radhar Panca Dahana yang merupakan seorang sastrawan, jurnalis sekaligus pegiat teater. Radar menyelesaikan studi sosiologi di FISIP Universitas Indonesia  dan Program Pasca Sarjana di EHESS Paris, Prancis. “Tentu saja bukan karena saya menganggap diri ekonomi atau pengamat ekonomi, sekurangnya memiliki sedikit formasi akademik di bidang ekonomi, lalu saya berani menyusun buku yang berfokus pada perihal ekonomi dari seluruh isinya” ungkap penulis dalam kata pengantar bukunya.

Acara diskusi dan bedah buku Ekonomi Cukup Kritik Budaya pada Kapitalisme berlangsung pada hari (18/09) pukul 15.30 WIB yang bertempat di ruang P1/2 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII). Acara bedah buku ini dihadiri oleh beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi UII. Sambutan pertama oleh Dekan Fakultas Ekonomi Drs. D. Agus Hardjito M.Si., Ph.D., CFP dan GKR Hemas yang secara resmi membuka acara ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kita harus memperjuangkan ekonomi sesuai dengan harapan masyarakat karena sampai saat ini belum bisa, sehingga setiap daerah harus bisa menjadi satu forum agar tujuan tersebut tercapai.

Diskusi ini diadakan dengan tujuan agar masyarakat sadar bahwa kita sudah berlari jauh dari ekonomi yang dikibarkan besar-besaran oleh para leluhur kita yaitu ekonomi yang berakarkan budaya ekonomi cukup. Handoyo Wibisono sebagai pembicara kedua dalam acara bedah buku kali ini mengatakan, “Buku ini merupakan suatu penyadaran bagi kita bagaimana ekonomi negara kita perlu diperbaiki dan diluruskan kembali jangan sampai di jajah kembali oleh pihak asing”. Buku ini dilahirkan dengan sebuah keresahan dan kepedulian akan sebuah fenomena kehidupan ekonomi Indonesia saat ini. Dalam bukunya, penulis ingin membongkar seluruh pemikiran ekonomi saat ini yang dianggap normal. Kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dianggap sebagai hal yang tidak normal dan keserakahan menjadi hal yang dianggap normal.