Blank NewsBagi sebagian Mahasiswa yang kurang puas akan nilai yang ia dapatkan dalam satu semester, mahasiswa tersebut memiliki alternatif dalam memperbaiki nilainya pada suatu mata kuliah.  Remediasi plus atau sering disebut semester pendek (SP) merupakan salah satu solusi bagi mahasiswa guna meningkatkan nilainya pada suatu mata kuliah yang dirasa kurang memuaskan. Sudah bukan rahasia umum lagi, nilai merupakan suatu hal yang penting bagi mahasiswa untuk memperbaiki nilai Indeks Kumulatif (IP), bagi mahasiswa yang tidak bisa mengambil studi lanjut yang menjadi akibat dari kurangnya nilai mata kuliah pra syarat, SP adalah hal yang sangat penting. SP sendiri adalah kegiatan belajar mengajar yang dipadatkan menjadi satu bulan, dengan tetap mengadakan ujian –ujian selama proses belajarnya.

Menurut pak Untung , di Fakultas Ekonomi UII (FE UII) ini tidak seperti fakultas-fakultas biasa di UII. Banyak faktor nilai yang dapat diambil untuk hasil nilai selama satu semester. Mulai dari pra-UTS hingga UAS yang ditambah dengan nilai keaktifan dan partisipasi di kelas. Jika seorang mahasiswa mendapat nilai yang kurang memuaskan dalam suatu mata kuliah pada suatu semester, salah satu cara dalam memperbaiki nilai tersebut adalah SP. Dengan adanya SP yang notabene untuk memperbaiki nilai yang otomatis merupakan suatu kentungan bagi mahasiswa yang mengambil SP karena dapat meningkatkan nilai mata kuliah dari mahasiswa yang dirasa kurang memuaskan jika mahasiswa tersebut bisa mengikuti alur dari proses SP dan berusaha lebih giat dalam memperbaiki nilai tersebut.

Selain bisa mengguntungkan mahasiswa, dengan adanya SP juga merugikan bagi mahasiswa karena memotong hari libur bagi mahasiswa itu sendiri. Agar hal itu tidak terjadi, mau tidak mau mahasiswa harus mempunyai nilai yang lulus dalam satu semester. Tutur pak Untung.

                Untuk masalah peserta Remidiasi plus tahun ini mengalami kenaikan daripada tahun sebelumnya namun tidak terlalu signifikan atau tidak sampai 5%. Tahun lalu, jumlah mahasiswa yang mengikuti SP adalah 1.150 orang. Pada tahun ini jumlah mahasiswa yang mengikuti SP meningkat sebanyak 65 orang menjadi 1.215 orang. Kenaikannya jumlah peserta paling banyak ada terjadi pada mahasiswa  angkatan 2014.