Anto Prabowo NSetiap individu tentu memiliki tokoh panutan dalam hidupnya, karena dari panutan itu akan mempengaruhi cara pandang yang lebih baik lagi. Anto Prabowo yang biasa disapa Anto merupakan pria kelahiran Jakarta, 20 Februari 1968 adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) program studi Manajemen ini memiliki sesosok ayah sebagai panutannya. Sejak kecil ia tinggal berpindah-pindah karena profesi ayahnya yang bekerja di Bank Indonesia dan mengharuskan ditempatkan pada daerah-daerah di Indonesia. Terbiasa hidup berpindah-pindah menjadi kelebihan beliau untuk gampang berdaptasi dengan lingkungan yang tiba-tiba berubah. Kebaikan itu belum tentu nanti saya nanti yang merasakan, bisa jadi kamu yang merasakan atau keturunan saya yang rasakanungkapnya.

Anak sulung dari empat bersaudara ini pun sudah diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap adik-adiknya, saat kuliah beliau memilih Yogyakarta menjadi tempat menimba ilmu serta diberi kepercayaan untuk menjaga adik-adiknya yang juga menimba ilmu di Yogyakarta. Beliau menjatuhkan pilihannya terhadap FE UII atas rekomendasi dari pamannya yang bekerja di DIKTI karena kualitas kampus ini yang sudah baik dan dosen yang berkualitas. Selama berkuliah ia sempat mengikuti beberapa organisasi untuk melatih kepemimpinannya namun beliau tetap giat untuk belajar karena beliau memiliki keinginan untuk cepat lulus dan bekerja. Kenangan dari UII yang paling diingat beliau “Dulu ada dosen yang akan memberikan tambahan nilai kepada mahasiswanya yang menuliskan lafaz Basmallah di lembar pertama dan Hamdallah di lembar akhir kertas ujian hahaha”, imbuh Anto sambil tertawa saat mengingat momen-momen tersebut. Namun tidak hanya belajar, beliau tidak lupa untuk menyisihkan waktunya untuk bermain bersama teman-temannya.

Anto lulus dari UII tepat waktu dengan nilai yang baik, baginya lulusan dari kampus ini memiliki kelebihan yang tidak didapatkan oleh perguruan tinggi lainnya yaitu “I” adalah Islam yang berada ditengah UII. Karena dalam kehidupan nyata tidak hanya intelektual mengenai ilmu, namun juga intelektual rohani juga sangat dibutuhkan agar terjauh dari tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma agama. Sehingga dari menimba ilmu di FE UII tidak hanya ilmu pengetahuan namun juga mendapat ilmu rohani sebagai pondasi kehidupan.

Sempat diterima sebagai dosen disalah satu perguruan tinggi swasta dan mengikuti pelatihan mengajar dan sempat mengajar beberapa pertemuan, beliau memutuskan untuk bergabung bersama Bank Indonesia hingga beliau mengambil S2 diluar negeri dan kembali ke Bank Indonesia. Terdapat kenangan sebelum beliau diterima di Bank Indonesia yaitu Anto dan temannya terjebak di lift saat mati listrik, mereka pun bercanda gurau kalau mungkin ini adalah tanda kalau mereka akan diterima di Bank Indonesia, dan ternyata benar sekarang mereka pun menjadi bagian Bank Indonesia.

Anto menjadi salah satu orang yang terlibat dalam berkembangnya Bank Indonesia dimasa-masa reformasi, beliau bercerita bahwa pondasi yang kuat membuat saya harus kuat iman terhadap hal-hal yang seharusnya tidak dapat diwajarkan pada masa orde baru. Sempat berada dititik kegelisahan beliau saat terancam untuk tidak naik pangkat karena adanya desas-desus yang beredar diluar, atas kebaikan seseorang yang ternyata pernah menjadi murid ayahnya pun untuk dapat mengklarifikasi kepada Gubernur Bank Indonesia sehingga Antopun dapat meluruskan hal tersebut. Antopun semakin yakin untuk selalu berbuat baik, karena beliau pernah mendapatkan balasan kebaikan yang dulu pernah dilakukan oleh ayahnya. Mulai tahun 2013 Anto berpindah di Otoritas Jasa Keuangan dan berkat kesungguh-sungguhannya sekarang beliau menjabat sebagai Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan.