Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi tiba, hari yang paling dinantikan umat Islam setelah bulan Ramadan. Suka cita, kegembiraan, dan ikatan silaturahmi akan sangat terasa dihari kemenangan ini. Namun disisi lain, kita harus bersedih dan harus merelakan kepergian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Dimana bulan yang mulia dan hanya bisa di temui satu tahun sekali yang belum tentu umur akan mencapainya lagi.

Arti pemahaman hari kemenangan adalah kembali ke Fitrah. Fitrah atau suci yaitu ketika manusia bersih dari segala dosanya karena telah melaksanakan Puasa Ramadan sebulan penuh. Ketika memahami kata “menang” seharusnya kita sebagai umat muslim merenung apa arti sesungguhnya yang dimaksudkan. “Menang” diartikan sebagai kemampuan menahan diri selama satu bulan penuh, mampu menahan hawa nafsu dari segala godaan, mampu mengendalikan diri dan menghindari hal hal yang dapat membatalkan Puasa. Intinya, menang disini adalah mampu mengalahkan diri dari hal hal yang dilarang Allah SWT.

Meraih kemenangan kembali lagi kita harus melihat kedalam diri kita, apa yang sudah kita raih selama satu bulan penuh, apa tujuan kita dan mengapa Hari kemenangan dapat kita raih. Kembali diingat ingat lagi apakah amalan kita selama Bulan Puasa sudah cukup, dan apakah sudah melihat kedalam diri sendiri lagi apakah amalan sudah cukup. Jika merasa belum, dan bahkan masih merasa kurang amalannya maka bersungguh-sungguhlah belum tentu lagi Ramadan yang akan datang usia kita bisa bertemu lagi atau tidak.

Di akhir bulan Ramadan, marilah kita perbanyak Istigfar Perbarui Tobat. Seperti yang ada di Az-Zumar ayat 53 :  “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (Az-Zumar: 53).