ARINTO WICAKSONO | Kepala Divisi Kepatuhan Lembaga Penjamin Simpanan.

Arinto Wicaksono, merupakan salah satu alumni lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) program studi akuntansi. Menurut beliau, UII merupakan universitas yang luar biasa. Selama mengenyam perkuliahan di UII, beliau mendapat banyak pengalaman baik itu dari segi keilmuan maupun dari segi agama. Menurutnya, orang yang sukses bukan hanya dilihat dari segi dunia nya saja, tetapi orang yang sukses juga harus punya keseimbangan pada segi agamanya.

Pria yang merupakan anak dari seorang tentara ini menghabiskan masa studinya di SD Negeri Adisucipto 1 Yogyakarta, SMP Negeri 5 Yogyakarta, dan SMA Negeri 6 Yogyakarta. Setelah lulus SMA, beliau sempat down karena tidak lolos ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan, dan juga tidak dapat memenuhi keinginan ayahnya untuk menjadi penerus yang menggeluti bidang elektro. Namun tidak butuh waktu yang lama untuknya bangkit dari kegagalan itu. Pada zaman dahulu pada saat ia masih duduk di bangku SMA, beliau sering sekali melewati gedung kampus UII yang terletak di jalan Cik Di Tiro, yang kemudian membuat ia berpikir bahwa di kampus ini kita belajar sambil menuntut agama. Yang dimana hal ini selaras dengan apa yang selalu diajarkan oleh ayahnya, “Kamu harus punya kesuksesan di dunia yang menuju ke akhirat.” Akhirnya beliau memilih UII untuk menjadi tempat ia mengenyam perkuliahan.

Salah satu hal yang selalu ia yakini, bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Even itu hanya sehelai daun yang jatuh dari pohonnya, itu pasti sudah direncanakan oleh Allah. Dan pada saat menjalani masa kuliah, keyakinan tersebut ada benarnya. Allah memberi jalan begitu mudahnya, beliau dipertemukan dengan teman teman yang mau membantu beliau dalam mempelajari akuntansi, juga dosen-dosen yang memiliki kualitas yang baik. Salah satu dosen yang masih beliau ingat adalah Pak Sugiarto, dosen akuntansi yang mengajarkan beliau bahwa belajar akuntansi itu bukan dihafal, melainkan dimengerti. Sampai saat ini, tidak ada rasa khawatir sedikitpun dibenaknya karena Allah punya rencana dan pasti akan datang pertolongan.

Selain belajar mengenai ilmu akuntansi, di FE UII pak Arianto mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan yang disampaikan oleh dosen yang mengampunya. “Manusia itu cuman bisa berusaha, lalu kita yang menjalani, nanti Allah yang memutuskan. Perkara itu bagus atau tidak, ya itu Allah yang punya kewenangan. Yang penting kita sudah maksimal, Allah pasti akan menolong kita. Itu value yang sampai saat ini saya pegang.” ujarnya, sambil mengenang masa kuliah. “Hingga saat ini, apabila saya menemui kesulitan dalam bekerja, saya kembalikan lagi sama Allah.”

Tidak berhenti sampai disitu, keyakinan yang ia pegang terus menuai hasil. Setelah ia lulus kuliah pada tahun 1999, tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal pada tahun 1999-2000 merupakan tahun dimana terjadinya krisis ekonomi, banyak pegawai yang harus keluar dari pekerjaan mereka. Tapi, ternyata Allah memberi kemudahan kepada beliau yang dalam waktu kurang dari satu bulan sudah bisa bekerja di BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) sebagai auditor, dan mengalahkan teman-temannya yang bisa dikatakan merupakan lulusan dari universitas yang lebih besar.

Setelah bekerja di BPPN, beliau bekerja di Bank CIMB Niaga di bidang kepatuhan. Kebetulan, unit kepatuhan merupakan unit yang baru, karena delapan puluh persen faktor yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi adalah disebabkan karena para pekerja melanggar peraturan, maka diperlukan satu unit yang bisa mencegah supaya mereka tidak melanggar peraturan. Tidak lama bekerja di CIMB Niaga, beliau diminta untuk men-set up sebuah organisasi di Bank BRI Syariah. Hal ini merupakan salah satu jawaban dari doa beliau, yang selama ini memikirkan hukum dari riba dan dampak dari riba itu sendiri. Pada saat bekerja di BRI Syariah, beliau diminta untuk bergabung di LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Hingga saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Kepatuhan Lembaga Penjamin Simpanan.

Keberhasilan yang berhasil diraih hingga saat ini merupakan buah manis dari keyakinan yang selalu ia pegang, yakni berserah kepada Allah. Apapun yang ia hadapi, ia serahkan semuanya pada Allah. “Insyaallah, ada saja jalan. Dan selama ini, yang saya hadapi Allah selalu kasih jalan. Kuncinya cuman satu. Jalani kewajiban-Nya, jauhi larangan-Nya.”

“Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, belajar itu tidak akan ada habisnya. Berusahalah menggunakan waktu sebaik mungkin, karena dengan memanage waktu, hal itu bisa mengawali kesuksesan kalian.” pesan beliau untuk mahasiswa FE UII agar bisa dengan bijak memanfaatkan dan memanage waktu sehingga bisa mengawali kesuksesan.