image2 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada hari Sabtu, 7 Oktober 2018 Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (LEM FE UII) mengadakan acara Seminar dan Simulasi Test IELTS yang bekerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Nongki IELTS. Seminar dan  Seminar dan Simulasi Test IELTS tersebut berlangsung pukul 09.45-15.00 di ruang Aula Utara yang berada di lantai tiga. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa – mahasiswi aktif Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII)

IELTS (International English Language Testing System)  adalah Sistem Tes Bahasa Inggris Internasional untuk mengukur kemampuan membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa inggris. Tes Bahasa Inggris IELTS diterima oleh institusi di negara Australia, Selandia Baru dan Inggris.  Berbeda dengan TOEFL yang menggunakan aksen Amerika, IELTS menggunakan bahasa Inggris Britania. Selain itu, perbedaan IELTS dan TOEFL juga dapat dilihat dari format tes, modul tes dan sistem penilaiannya.

Acara dibuka oleh Agung Prastyo dan Yunita Putri yang menjadi Master of Ceremony (MC) pada acara Seminar dan Simulasi Test IELTS tersebut, kemudian disusul dengan pemberian sambutan oleh Almira Danniswara selaku Ketua Acara Seminar dan Simulasi Test IELTS dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini bertujuan meningkatkan intelektual para mahasiswa dalam berbahasa asing khususnya bahasa inggris.

Rangkaian acara yang utama yaitu penyampaian materi Seminar dan Simulasi Test IELTS. Elfa Fitriani selaku pemateri berbagi pengetahuannya mengenai persoalan Kiat – kiat dalam mengerjakan tes IELTS dan dilanjutkan dengan review materi oleh Danny Izza.

Tes pertama dimulai dengan Listening Test yaitu mendengarkan empat rekaman kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan. Rekamannya menggunakan suara penutur asli bahasa inggris yang berdurasi selama 30 menit.

Sesi kedua adalah komponen Reading Test yaitu uji keterampilan dalam bahasa inggris yang berguna untuk menguji beberapa keterampilan membaca seperti mencari pesan tersirat, gagasan utama, membaca cepat secara keseluruhan serta mengetahui pendapat, sikap dan maksud penulis teks.

Sesi ketiga adalah Writing Test yaitu tes yang menguji kemampuan menulis dengan topik penulisan bersifat umum sesuai dengan jenis modul yang diambil. Tes terakhir adalah speaking test untuk menilai kemampuan berbicara dalam bahasa inggris.

Setelah ketiga rangkaian tes IELTS telah selesai, peserta akan melanjutkan Speaking Test. Speaking Test dibagi menjadi tiga yang pertama, Introduction and Interview yaitu, peserta akan memperkenalkan dirinya kepada panitia dalam waktu 4-5 menit. yang kedua, Individual Long Turn yaitu, penguji akan memberikan sebuah kartu dengan sebuah topik diskusi, peserta akan diberi waktu 1-2 menit untuk menuliskan catatan singkat dan dilanjutkan dengan membahas topik yang sudah diberikan dengan waktu 1-2 menit dan diberi pertanyaan oleh penguji. Yang ketiga, Two-way Discussion yaitu, peserta akan membahas topik yang telah ditentukan oleh penguji, berbeda dengan Individual Long Turn, kali ini peserta akan berinteraksi lebih banyak dengan penguji waktu yang diberikan 4-5menit.

Rangkaian acara selanjutnya adalah Feedback Speaking dan Feedback Writing yang dilakukan oleh semua peserta dan pembicara serta penguji dari Lembaga Bimbingan Belajar Nongki IELTS dan dilanjutkan dengan Seminar IELTS. Antusias yang tinggi dapat dirasakan oleh semua peserta dan panitia yang hadir pada acara Seminar dan Simulasi Tes IELTS pada sesi tanya jawab dibuka oleh moderator. Berbagai pertanyaan ditujukan kepada pembicara berkenaan dengan materi IELTS. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia memiliki ketertarikan terhadap informasi yang diberikan oleh para pembicara.

image2 academia - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Menjelang pertemuan tahunan terbesar di dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan  yang akan dihadiri oleh 189 negara dengan kurang lebih 15.000 peserta dan dilaksanakan pada tanggal 8-14 Oktober di Bali, Kamis pagi (27/09) di Aula Utara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia telah diadakan forum diskusi oleh  Direktorat Jenderal (Dirjen) Informasi Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi Informatika dengan tema Kekuatan Ekonomi Syariah dalam rangka menyambut Annual Meeting Internasional Moneting Fund – World Bank 2018. Melalui Academia Forum ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang ekonomi syariah, pembahasan yang lebih kritis serta forum ini diharapakan dapat menjadi rujukan untuk isu-isu yang akan dibahas dalam acara tersebut. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Pengelolaan Media Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diwakili oleh Dra. Siti Mei Ningsih, M.Si. dan dilanjutkan sambutan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Dr. Jaka Sriyana, SE., M.si., Ph.D. dan pemberian keynote speech Rektor Universitas Islam Indonesia yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Dr. Zaenal Arifin M.Si. menyampaikan tiga catatan isu dalam ekonomi islam diantaranya adalah dalam bidang perbankan, pasar modal, dan bisnis syari’ah.

Sesi pertama pada acara Academia Forum diawali dengan pembahasan materi Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Syari’ah dalam APBN untuk mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional oleh Langgeng Basuki, S.E., M.M dari Kasubdit Pengelolaan Transaksi SBSN Kementrerian Keuangan RI. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa tiga poin penting mengenai perkembangan dan peran sukuk negara, pembiayaan proyek melalui sukuk negara, dan sukuk-sukuk negara sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Sukuk adalah SBN yang diterbitkan berdasarkan prinsip syari’ah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN baik dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing sebagaimana yang terdapat pada UU No. 19 tahun 2008. Adapun tujuan dari pengadaan sukuk negara ini adalah untuk pembayaran APBN, pembangunan proyek yang masih termasuk dalam alokasi APBN dan beberapa manfaat sukuk negara adalah untuk diversifikasi sumber pembayaran APBN serta membiayai proyek-proyek pemerintah. Berdasarkan data yang dipaparkan dapat diketahui bahwa total akumulasi penerbitan mencapai Rp 938,68 Triliun dan alokasi sukuk negara setiap tahunnya semakin meningkat.

Selanjutnya sesi materi kedua mengenai Pembiayaan Syari’ah untuk Halal Value Chain “Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia” yang dipaparkan oleh Edi Fairuz Abadi dari Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi syariah global kini mulai meningkat sedangkan posisi Indonesia di industri halal semakin menurun. Indonesia walaupun jadi negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar nyatanya bukan menjadi pemain utama dalam bidang industri halal walaupun potensi untuk pengembangan dari produk halal yang ada di Indonesia sangat tinggi. Hal ini dilihat bedasarkan urgensi transaksi yang berjalan di Indonesia dan defisit transaksi berjalan yang terus berlangsung.

Pada sesi terakhir dari Academia Forum disampaikan oleh Drs. Achmad Tohirin, M.A., Ph.D. selaku Pakar Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dengan pembahasan mengenai Dukungan Akademis bagi Pertumbuhan Ekonomi Syariah. Berkembangnya industri keuangan syari’ah di Indonesia diawali pada tahun 1992 pada saat momentum krisis ekonomi sehingga dari mendorong keluarnya UU Perbankan. Selain itu saat ini di Indonesia mulai banyak perguruan tinggi yang membuka program studi Ekonomi Syari’ah sehingga hal ini dapat menopang dan mendukung perkembangan industri keuangan syari’ah secara khusus dan pengembangannya dalam bidang agenda pendidikan sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah serta terciptanya tenaga profesional yang handal dan dibutuhkan oleh industri.

Antusias yang tinggi dapat dirasakan oleh semua peserta dan panitia yang hadir pada acara Academia Forum saat sesi tanya jawab dibuka oleh moderator. Berbagai pertanyaan ditujukan kepada para pembicara berkenaan dengan materi Ekonomi Syari’ah. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia memiliki ketertarikan terhadap informasi yang diberikan oleh para pembicara. Kegiatan Academia Forum dimeriahkan juga dengan Stand Up Comedy oleh Teguh Nurwantara serta pengumuman pemenang kompetisi media sosial instagram yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika.

image2 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

 

Selasa, 09/10/2018 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) bagian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) mengadakan Program Workshop Studi Kasus Ekonomi & Bisnis Syariah dengan fasilitator Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D. Acara yang di adakan di ruang P1/2 ini merupakan workshop berseri dengan empat bagian yaitu seri 1-2, seri 2-2, insentif, dan luaran target buku studi kasus Ek-Bis Syariah UMKM terbit. Acara seri 1-2 ini mempunyai target agar peserta memahami metode penulisan Case Study. Peserta yang berasal dari kalangan akademisi FE UII ini terdiri dari dosen seluruh prodi di Fakultas Ekonomi, baik akuntansi, manajemen, maupun ilmu ekonomi ini sangat antusias terhadap materi yang disampaikan oleh fasilitator terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan kepada fasilitator. Workshop ini dimulai pada pukul 09:00 dengan sambutan yang diberikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi yaitu Bapak Dr. Jaka Sriyana, SE., M.Si. Sebagai alat motivasi fasilitator memperlihatkan buku Kasus-Kasus Manajemen yang telah di buat dan berhasil diterbitkan.

Pembelajaran yang berbasis kasus sendiri lahir dari banyaknya kritik yang diberikan kepada pendidikan bisnis yang ada di Indonesia karena pembelajaran manajemen yang ada kebanyakan merupakan pengetahuan teori dan kurang memberikan dampak yang berarti. Mahasiswa yang nantinya ketika lulus berperan sebagai agent of chance ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih dalam dunia kerja. Aktivitas pembelajaran di kelas dari hasil analisa perguruan tinggi di Amerika menunjukan bahwa dosen selaku pendidik lebih banyak melakukan aktivitas lecturing dari pada kegiatan lainnya hal ini akan berdampak kurang efektifnya pendidikan karena ketidaksesuaian pengajaran dengan pencapaian tujuannya yaitu dalam segi pengetahuan, kemampuan, dan kemampuan pengambilan keputusan.

Diharapkan adanya perubahan dari aktivitas lecturing dengan lebih berfokus kepada mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Sehingga mahasiswa tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga dapat menerapkan teori tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari atau praktek di dunia bisnis dan ekonomi syariah, serta dunia kerja nantinya. Selain itu, dengan adanya  buku studi kasus ek-bis syariah ini, mahasiswa akan lebih mudah untuk memahami dan menerapkan pemecahan masalah kasus-kasus tersebut .

Penting bagi kita baik sebagai pengajar maupun mahasiswa mengetahui pentingnya membaca. Mulai dari membaca inilah kita dapat melatih diri dalam menganalisis berdasarkan landasan teori yang ada. Hal ini dikarenakan dalam mengambil sebuah keputusan kita tidak boleh berdasarkan sudut pandang diri sendiri atau sering disebut dengan subjektif apalagi tidak sesuai dengan fakta yang ada. Maka perlu adanya dasar-dasar teori sehingga membuat kita lebih objektif dalam mengambil keputusan. Selain itu kita dapat berlatih melalui pembelajaran berbasis kasus. Dengan kasus-kasus yang ada dan isi yang berbeda-beda membuat kita semakin tertantang dalam membaca, menganalisis dan memecahkan sebuah masalah. Masalah bukan suatu hal yang negatif, justru merupakan hal positif. Adanya sebuah masalah memacu atau dapatmenjadi trigger bagi diri kita dalam membangun dan mengambil langkah yang mana menjadi pilihan kita dalam memberikan solusi.

image3 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Dewasa ini perkembangan teknologi begitu pesat. Situasi ini ikut juga membawa perubahan pada aktivitas perekonomian. Mau tidak mau, pelaku usaha harus siap siaga agar bisnisnya tetap bisa berjalan, minimal kondisinya stabil dan tidak hilang begitu saja.

Untuk menghadapi dinamika perubahan, Fakultas Ekonomi UII menyelenggarakan Stadium General bertajuk “SAP dan Industri 4.0” bagi para mahasiswa. Acara ini berlangsung hari Selasa, 9 Oktober 2018 pada pukul 09.00 bertempat di Aula Utara. Pembacaan kalam ilahi mengawali rangkaian acara, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Dekan FE UII, Jaka Sriyana, SE, MSi, PhD, lalu masuk ke acara inti yang disampaikan oleh narasumber. Dalam sambutannya, Jaka Sriyana menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi SAP sejak tahun 2005 menjadi sebuah keunggulan dalam sektor pendidikan di UII, rintisan awal dimulai dari prodi Akuntansi kemudian disusul oleh prodi Manajemen. Menurutnya, kehadiran SAP patut direspon terutama untuk menghadapi anomali fenomena industri dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produktivitas dan menambah keunggulan kompetitif bagi para lulusan UII.

Baziedy Aditya Darmawan, SE, MM menjadi moderator dalam pembahasan forum ini. Kegiatan ini sangat menarik karena disampaikan langsung oleh pakar keuangan yang sudah berpengalaman. Ferizal Ramli, seorang SAP Managing Consultant and Senior Project Manager di Hamburg, Jerman yang menjadi pembicaranya. Pakar keuangan tersebut menyampaikan bahwa saat ini perkembangan ekonomi sudah sampai pada era industri 4.0 yang seluruh aktivitasnya menggunakan media digital. Industri 4.0 menitikberatkan otomasi dan transfer data. Ferizal menjelaskan juga jika zaman sekarang telah mengubah proses bisnis sehingga seluruh aktivitas bisnis penting untuk ‘dirasakan’ dalam upaya ekspansi bisnis, tidak hanya sebatas paham terhadap terhadap eksekusi secara general.

Era industri 4.0 pertama kali dimunculkan pada tahun 2001 dan diinisiasi pertama kali di negara Jerman. Ada 6 hal penyebab industri 4.0 berkembang, yaitu : mobile and unix, internet of things, blockchain, big data and predictive analysis, artificial intelligence, dan cloud. Ke enam aspek tersebut menuntut sumber daya manusia memiliki kemampuan pemindaian yang baik sehingga mampu selektif dalam menyerap informasi.

SAP menjadi solusi yang paling tepat dalam menjawab tantangan perubahan industri 4.0 dengan platform net weaver dan SAP HANA. Aplikasi ini sangat membantu proses otomasi dimana proses bisnis berubah dari bentuk manual menjadi otomatis. Didalam pengorganisasian SAP ada penyelarasan fungsi-fungsi manajemen, sehingga aktivitas perusahaan maupun organisasi dapat bersinergi dan saling berkolaborasi antar fungsinya.

Dari acara ini, Ferizal Ramli sangat berharap apabila generasi Indonesia dapat menjadi manusia yang cerdik dan cerdas dalam menghadapi teknologi dan dapat mengimbanginya. Ferizal percaya dan optimis jika lulusan Indonesia di masa depan mampu memanfaatkan teknologi dengan baik sehingga dapat menciptakan efisiensi bisnis dan bisa mengusahakan agar perusahaan Indonesia dapat melebarkan sayapnya di luar negeri. Yang tidak kalah penting, ia juga berpesan agar mahasiswa yang menjadi praktisi perusahaan memiliki mental dan prinsip yang kuat dalam menghadapi para stakeholder. “Ingat, stakeholders itu lebih kejam daripada ibu tiri” ucapnya dalam nada bercanda.