Diseminasi genset tenaga surya merupakan salah satu program penerapan teknologi tepat guna yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenrisdikti) sebagai bentuk pengabdian yang ditujukan kepada masyarakat. Program      penerapan teknologi tepat guna diambil dari hasil-hasil riset atau penelitian yang dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia atau lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) yang ada untuk bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dan bisa langsung diterapkan di masyarakat, dengan begitu hasil riset yang telah dilakukan tidak hanya akan berbentuk laporan akhir saja namun dapat bermanfaat.

Serah terima diseminasi teknologi genset tenaga surya yang diadakan di Balai Desa Wukirsari, kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 9 November 2018 merupakan suatu bentuk kerjasama riset dan pengabdian masyarakat antara Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang diwakili oleh Dr. Achmad Buchori, M.Pd selaku ketua diseminasi dan Sigit Ristanto, S.T., M.SC. selaku anggota diseminasi dengan Universitas Islam Indonesia (UII), yang diwakili oleh Listya Endang Artiani, S.E., M.Si., CSRS dalam bentuk teknologi terapan untuk masyarakat yang didukung oleh Kemenrisdikti. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Kemenrisdikti Robbi Prayudha, S.Si, Wakil Rektor IV Universitas PGRI Semarang Ir. Suwarno Widodo, M.Si. Wakil Kepala Desa Wukirsari, Dr. Rasiman, M.Pd. (Plt Ketua LPPM), Dr. Achmad Buchori, M.Pd. Ketua Tim Diseminasi UPGRIS serta anggota Tim Diseminasi Bapak Sigit dan Ibu Listya serta perwakilan warga Desa Wukirsari.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Ima Nurrohmah lalu dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Purwo Prayitno sebagai rangkaian pembukaan acara. Setelah itu pemberian sambutan dari ketua tim diseminasi oleh Dr. Achmad Buchori, sambutan dari Sekretaris Desa Wukirsari, serta sambutan dari Dr. Rasiman selaku ketua LPPM. Selanjutnya arahan dari Kemenrisdikti oleh Robbi Prayudha serta diakhiri dengan serat terima alat genset secara administrasi.

Desa Wukirsari terpilih karena desa ini merupakan desa penyangga sekaligus desa terluas yang masuk ke dalam nominasi desa inovasi di Indonesia, namun Desa Wukirsari memiliki masalah utama yaitu seringnya mati listrik, selain itu di Desa Wukirsari memiliki beberapa destinasi wisata yang jauh dari jangkauan listrik PLN sehingga muncul solusi yang dapat membantu yaitu bantuan berupa genset untuk membantu menyalurkan listrik. Bantuan genset sejumlah tiga buah di distribusikan di tiga tempat Desa Wukirsari yaitu Hunian Tetap Gondang Dua Dusun Ngepringan, Hunian Tetap Dongkelsari Dusun Sodokan, dan Dusun Cakran. Hunian tetap merupakan tempat relokasi dari pasca meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010. Dalam acara ini dijelaskan juga cara penggunaan genset oleh Drs. Noer Chanief pada penghujung acara.

“Program ini memang salah satu yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, jadi penelitian itu harus applicable yang kemudian hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya diminta untuk mencari lokasi yang sesuai dengan hasil teknologi dari teman-teman UPGRIS hasilkan yaitu genset tenaga surya. Karena selama ini yang kita tahu genset berbahan bakar solar, namun kali ini menggunakan solar sel yang menjadikan salah satu daya tarik sehingga proposal disetujui oleh Kemenrisdikti” ujar Listya.

Pengabdian masyarakat juga merupakan salah satu bentuk catur dharma UII yang harus dilakukan dan diwujudkan bersama salah satunya melalui program ini yang bertujuan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dimiliki oleh warga Desa Wukirsari. (NFS/LID)