Era milenial, merupakan era dimana orang-orang akrab dengan dunia digital, terutama media sosial. Sudah tidak ada alasan lagi untuk sekarang berdiam diri, hanya menjadi penonton dan penikmat karya orang lain. Dengan berbagai kemudahan melalui media digital, bisa menciptakan sebuah inovasi baru yang kreatif.

Pada Sabtu (12/10) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia ( FE UII) mengadakan seminar Business Talk  bertajuk “Suarakan Kreasi Ciptakan Inovasi”, yang merupakan salah satu dari rangkaian acara “bizFEz”. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Utara FE UII ini mengdirkan Siti Mahdaria yang merupakan seorang Youtuber, Influencer, serta Content Creator dan juga Meika Hazim, Founder Coklat Ndalem. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat membuka wawasan serta memotivasi mahasiswa FE UII dalam berkreasi.

Siti Mahdaria mengatakan bahwa, profesi sebagai content creator adalah profesi yang mengharuskan untuk bisa menguasai berbagai macam skills. Content Creator juga bisa datang dari berbagai latar belakang dengan media tertentu yang dipilihnya. Ada yang blogger, youtuber,instagramer dan lain sebagainya. “Tergantung nyamannya berkarya di media yang mana,” tegas Siti.

Siti juga menambahkan, “kunci yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengelola konten digital adalah genuine atau jadi diri sendiri yang apa adanya dan mempunyai passion tentunya. Skill bisa dilatih, networking bisa dicari, jadi tidak perlu khawatir untuk memulai berkreasi.”

“Yang terpenting adalah terus berkarya dan berkreasi aja. Hal sekecil apapun merupakan sebuah karya, dan aku percaya semua orang bisa berkarya”, ucap Siti Mahdaria.

Senada dengan hal tersebut, Meika Hazim turut menceritakan awal mula ia memulai bisnisnya. “Awal mula saya berbisnis ini sejak selesai menempuh kuliah S2. Untuk mengawali bisnis Cokelat Ndalem ini saya hanya dengan modal yang sedikit. Karena waktu itu bisnis cokelat masih sangat jarang, sehingga sulit mencari bahan baku.”

Ia juga menceritakan pengalaman buruk dalam menjalani bisnis coklat ndalem. Dimana sebelum coklatnya laku di pasaran, ia juga sempat sempat ditolak oleh konsumen.

Meika Hazim mengatakan  bahwa, ia bersyukur karena hingga saat ini, inovasi bisnis coklatnya masih tetap eksis.

“Saya  sangat bersyukur, coklat ndalem bisa eksis hingga kini, Saya membuat coklat dengan inovasi unik yang berbeda dengan coklat lain, namun ternyata masih dapat diterima oleh masyarakat umum. Kuncinya kita harus memberikan target yang jelas sehingga memudahkan dalam melakukan promosi,” tegas Meika. (FNL)