Fenomena era revolusi industri 4.0 tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Saat ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat, sehingga hal tersebut turut memberikan dampak perubahan di dalam lingkungan bisnis yang relatif pesat.

Untuk merespon fenomena tersebut Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) menyelenggarakan UII – Business and Accounting Competition 2019 (BAC). Acara kali ini mengambil tema Prepare Young Entrepreneur for Digital Revolution yang di laksanakan selama tiga hari pada 19-21 November 2019 di Kampus FE UII.

“Inti dari tujuan acara ini untuk membangun komunikasi dan menjelaskan serta menyampaikan informasi kepada para siswa terkait perkembangan ilmu akuntansi terkini,” ucap Jaka Sriyana selaku Dekan FE UII saat berlangsungnya konferensi pers, Rabu (20/11).

Saat ini berkembang isu seputar program studi akuntansi di khalayak ramai, World Economic Forum pernah menyampaikan beberapa karier yang akan hilang di era revolusi industri 4.0 ini dan salah satunya adalah akuntan.

“Kami menolak akan hal isu yang berkembang mengenai hilangnya karier akuntan di era revolusi industri 4.0. Ilmu akuntansi akan tetap relevan di era revolusi industri 4.0 ini, tetapi kami akan berevolusi, akuntansi itu tidak lagi pada hal yang sifatnya kritikal tetapi lebih banyak ke arah analisis data akuntansi dan keuangan,” pungkas Mahmudi, Ketua Program Studi Akuntansi.

BAC ini meliputi beberapa rangkaian kompetisi yaitu Business Simulation Games (BSG), yang diharapkan dapat melatih pembuatan keputusan bisnis yang cepat dan tepat serta memberikan pemahaman mengenai fundamental ekonomi dan bisnis, manajemen operasional bisnis, Enterprise Resource Planning (ERP), dan Logistics and Supply Chain Management (SCM). Selain itu, rangkaian acara lainnya yakni Business Plan Competition (BPC), Business Vlog Competition (BVC) dan juga Mobile Photo Contest  (MPC).

Puncak acara dilaksanakan di hari terakhir kegiatan, yakni 21 November 2019 di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII.

Kegiatan diawali dengan TalkShow yang bertema ‘Accounting for Millenial Entrepreneurship’ maksud dari kegiatan ini adalah memberikan bekal bagi para peserta yang merupakan siswa SMA bahwa akuntansi tidak hanya seputar keuangan, tetapi banyak hal baru dari ilmu akuntansi yang berguna karier mereka kedepannya.

“Akuntansi kalo ngomongin perusahaan ya penting banget, karena yang namanya bahasa bisnis cuma satu, uang. Walaupun bisnis sosial, kalau tidak ada uangnya tidak akan jadi bisnis” ungkap Asep Bagja Priandana, salah satu pembicara pada pagi itu.

Senada dengan hal tersebut, Hervy Deviyanto, City Manager Grab Yogyakarta dan Central Java menyampaikan bahwa, ilmu-ilmu akuntansi utamanya dalam bidang analisis pasarlah yang telah mengantarkannya hingga dapat menduduki jabatannya saat ini.

Berkembangnya transportasi online dengan perilaku dan ketergantungan masyarakat dengan promo yang ditawarkan tentu membutuhkan ilmu akuntansi yang baik untuk menemukan solusinya.

Selanjutnya, Fitra Roman Cahaya, Dosen FE UII dalam penyampaian materinya turut menerangkan bahwa, berkembangnya zaman yang dikuasai oleh generasi milenial, menjadi seorang pengusaha merupakan salah satu bidang usaha yang banyak diminati.

Pemberian rangkaian materi ini membuka wawasan baru bagi peserta BAC, bahwa program studi Akuntansi memiliki berbagai prospek karier. Ilmu akuntansi akan sangat banyak mengambil peran dalam perkembangan ekonomi global. (SAL/SHP/ADL)