image1 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Penyampaian Rencana Aksi calon dekan FE UII periode 2018-2022. Acara ini di hadiri oleh seluruh perangkat FE UII baik dari dosen, karyawan hingga mahasiswa. Berikut adalah nama-nama calon dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2018-2022.

  1. Akhsyim Afandi Drs., MA., Ph.D
  2. Dwi Praptono Agus Harjito Dr.M.Si
  3. Jaka Sriyana S.E M.Si., Ph.D

Acara ini di awali oleh sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) yang di wakili oleh Suharto ,S.E., M.Si. selaku wakil dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2014-2018 dan juga sekaligus membuka acara kali ini. Pemaparan Rencana Aksi oleh calon dekan ini sangatlah penting karena akan berkaitan dengan program kerja kedepan oleh dekan terpilih. Pesan yang di berikan oleh Suharto ,S.E., M.Si. dalam sambutannya adalah,”Seorang pemimpin harus memiliki empat sifat ketika memimpin suatu organisasi yaitu, sifat shidiq, tabligh, amanah, fatonah”. Beliau juga menyampaikan harapannya yaitu, “ semoga Fakultas Ekonomi semakin baik, maju dan terus berkembang”.

Pemaparan Rencana Aksi calon dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini di moderatori oleh MB Hendri Anto. Kesempatan pertama untuk menyampaikan action plan kali ini di berikan oleh moderator kepada Akhsyim Afandi Drs., MA., Ph.D. Beliau memberikan judul untuk action plan-nya yaitu “Sebuah catatan kecil untuk perbaikan Fakultas Ekonomi”. Disini beliau membahas tentang isu-isu strategis yaitu status UII 2018 tentang struktur baru fakultas, action plan calon rektor terpilih, visi misi dan tujuan Fakultas Ekonomi UII, era dirupsi oleh revolusi TI, peringkat Universitas Islam Indonesia (UII) 52 (kemenristekdikti),2016. Karena hal-hal tersebut yang akan mempengaruhi perkembangan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII).

“Mengoptimalisikan potensi menuju reputasi international melalui implementasi nilai-nilai islam”, ini adalah pokok bahasan yang di paparkan oleh Dwi Praptono Agus Harjito Dr.M.Si dalam penyampaian action plan-nya. Beliau juga menyampaikan rencana kerja yang akan di kerjakan untuk membungun reputasi Universitas Islam Indonesia (UII) kedepan sebagai berikut:

  1. Pembenahan organisasi
  2. Penguatan SDM dan nilai-nilai
  3. Kurikulum dan distance learning
  4. Penguatan infrastruktur dan IT
  5. Implementasi kerjasama.

Terakhir adalah penyampain action plan dari Jaka Sriyana S.E M.Si., Ph.D. beliau memberikan judul pada action plan-nya  yaitu “Meningkatkan reputasi akademik dan karakter islami”. Beliau menyusun action plan-nya dengan menggunakan kerangka dasar meliputi Visi, Misi, dan Tujuan UII serta Action Plan Rektor terpilih. Dalam kesempatannya ketika menyampaikan action plan-nya beliau juga memaparkan program-program utama maupun program-program secara detil dalam rangka penyusunan Road Map Action Plan sebagai berikut.

  1. Program Utama tahun 2018-2019: Pengembangan Sistem dan Infrastruktur Akademik dan Pelayanan.
  2. Program Utama tahun 2020: Peningkatan kinerja pelayanan dan akademik dosen dan mahasiswa
  3. Program Utama tahun 2021: Peningkatan kolaborasi Internasional untuk penguatan pendidikan dan publikasi.
  4. Program Utama tahun 2022: Peningkatan reputasi akademik dan international recognation.

Setelah penyampaian action plan dari seluruh calon Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2018-2022, moderator memberikan kesempatan pada audiance untuk menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait pemaparan dari action plan calon dekan tersebut.

MG 0163 min - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Dalam rangka kerja sama antara Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Teknologi Petronas (UTP), program studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan seminar Green Energy for Sustainable Development. Seminar tersebut diselenggarakan di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII pada hari Rabu 9 Mei 2018 pada pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Acara seminar diawali dengan sambutan oleh Dr. Dwipraptono Agus Hardjito, M. Si yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi UII. Seminar tersebut menghadirkan dua dosen dari UTP dan satu dosen dari UII. Ketiga pembicara tersebut merupakan orang-orang yang ahli dibidangnya. Dosen dari UTP diwakili oleh Mr. Md. Akhir bin Mohd Sharif sebagai pembicara pada sesi pertama dan Dr. Ahmad Shahrul Nizam sebagai pembicara pada sesi kedua. Sedangkan pembicara pada sesi ketiga yaitu Dr. Eko Atmadji yang merupakan dosen dari Program studi Ilmu Ekonomi UII.

Acara inti dari seminar tersebut dibuka oleh moderator Rokhedi Priyo Santoso, SE, MIDEC yang merupakan dosen dari Fakultas Ekonomi UII. Seminar ini sangat penting karena memiliki tema yang menyangkut kehidupan berkelanjutan, maksudnya adalah bahwa energi yang ramah lingkungan sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan. Seperti yang dikatakan oleh Mr. Md. Akhir bin Mohd Sharif “the concept of green growth also related to the concept of sustainable development”.

Dalam seminar ini disampaikan sebuah proyeksi bahwa ekonomi dunia akan berlipat ganda pada tahun 2042, tumbuh pada tingkat rata-rata tahunan sekitar 2,6 % antara tahun 2016 dan 2050. Berdasarkan GDP di Purchasing Power Parity, Tiongkok dapat menjadi negara dengan pendapatan ekonomi terbesar di dunia, hal ini terhitung sebesar 20% berdasarkan perkiraan data GDP dunia pada tahun 2050. Posisi kedua ditempati oleh India dan Indonesia berada di tempat keempat. Dalam membangun pandangan untuk permintaan dan pasokan energi masa depan, perusahaan minyak dan gas menggunakan pendekatan berbasis data dengan mempertimbangkan the forecast of world’s demographic and economic trends. Titik ini sekali lagi memperkuat pertumbuhan korelasi antara energi dan ekonomi.

Konsep penggunaan green energy pada seminar tersebut menjadi sangat penting. Mengingat bahwa sumberdaya energi dapat mengalami penyusutan dan diperlukan adanya penciptaan energi terbarukan. Oleh karena itu, diharapkan green energy dapat menjadi solusi dalam menjawab tantangan global untuk memenuhi kebutuhan berkelanjutan.

PPS AUSSIErr - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada tanggal 7 Mei 2018 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia kedatangan tamu dari Australia dalam rangka ” Dual Degree Launching Ceremony Between Islamic University of Indonesia and The University of Western Australia”. Acara dimulai dengan small talk pada pukul 08.30-09.00 di Ruang Dekan yang dihadiri Rektor, Dekan, Direktur PPs, dan Direktur International Office. Selanjutnya yaitu Launching Ceremony pada pukul 09.00-10.00 yang dibuka dengan penayangan video UII dan sambutan dari Kepala Universitas Islam Indonesia dan Dekan dari UWA Business School lalu dilanjutkan dengan menganugerahkan MoA dan diakhiri dengan sesi foto. Lalu adanya sesi diskusi antar dosen akuntansi di Ruang Sidang 1 FE UII dengan topic “The Direction of Contemporary Accounting Research for Publication in International Journals”. Dilanjutkan dengan Kuliah Umum, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) mengadakan sebuah acara kuliah umum bersama Program Studi Akuntansi dengan tema “ The Prospects and Challenges of Accounting Graduates in the Current Development of Energing Economies” yang bertempat di Aula Utara Gedung Prof. Ace Partadireja Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia pada Senin (07/05). Tujuannya diadakan kuliah umum agar seorang professional akuntan dapat menepatkan di era milenial dalam persaingan dunia kerja saat ini. Dalam acara kuliah umum ini khususnya untuk mahasiswa Akuntansi Internasional Program dengan dual degree serta pada acara ini dihadiri oleh Professor Peter Robertson Dekan dari UWA  Business School The University of Western Australia. Persangian dunia kerja saat ini menjadikan mahasiswa akuntansi harus memiliki kualitas yang lebih dari mahasiswa lain karena tantangan lulusan akuntansi dalam perkembangan milenial saat ini sangat sulit. Maka dari itu seorang mahasiswa harus siap bersaing dalam dunia kerja dan harus mempersiapkan bekal kompetensi.

Seorang akuntansi harus mengetahui bagaimana caranya untuk menyesuakan diri terhadap bidang-bidang yang ada di era milenial saat ini. Bidang tersebut salah satunya adalah bidang mekanik di dalam bidang ini terjadi perbedaan yang sangat signifikan dari tahun 1920 sampai saat ini. Dimana pada awalnya transportasi menggunakan kereta kuda kemudian karena masyarakat berkembang dan ingin negara maju akhirnya membentuk pesawat terbang hingga saat ini. Dalam acara kuliah umum ini ditunjukan untuk mahasiswa, inovasi apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa zaman sekarang di era milenial ini.

Pada kuliah umum ini tidak hanya ditunjukan kepada mahasiswa fresh graduated namun dapat terbuka untuk mahasiswa angkatan baru maupun mahasiswa magister karena sangat berguna untuk persiapan awal agar memiliki informasi dan wawasan yang luas. Setelah kuliah umum acara dilanjutkan dengan jalan-jalan di kampus UII yang tepatnya di kampus utama UII dengan pendamping, dari pukul 14.00-selesai.

OJK Merger dan akuisisi bank 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada Sabtu, 5 mei 2018 telah dilselenggarakan seminar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berkerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB bertempat di Aula Utara, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Seminar tersebut menghadirkan narasumber, Bapak Dr. Ariastiadi selaku Kepala Departemen Pengawasan Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membahas mengenai kebijakan OJK terkait dengan merger dan akuisisi perbankan di Indonesia. Acara tesebut dihadiri oleh peserta yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi UII program studi Menejemen. Seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa UII agar memahami ruang lingkup OJK untuk bekal mahasiswa nantinya.

Rangkaian acara seminar ini diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Saudara Hidayatur Rahman dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Ekonomi UII, Dr. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata oleh Dekan FE UII kepada Bapak Dr. Ariastiadi. Seminar tersebut juga dihadiri oleh pimpinan OJK yang juga merupakan alumni FE UII, Bapak Anto Prabowo beserta dosen-dosen FE UII. Acara selanjutnya yaitu masuk ke dalam acara inti yaitu penyampaian materi kuliah umum bersama OJK yang dipandu dengan moderator Bapak Abdur Rafik, SE., M.Sc.

Dalam acara inti tersebut narasumber memaparkan bagaimana strategi dan implementasi akuisisi dan merger, yang meliputi konsep dasar strategi yang mencakup upaya kompetitif dan pendekatan bisnis yang digunakan perusahaan untuk melayani konsumen, sukses bersaing, dan mencapai tujuan organisasi. Strategi akuisisi dan merger adalah untuk meningkatkan value dari pertumbuhan dan sinergi. Selain itu, narasumber juga menjelaskan mengenai akuisisi dan merger  yang meliputi proses merger dan akuisisi, project management office, dan contoh – contoh akuisisi dan merger bank di Indonesia. Salah satu kasus kegagalan dalam merger dan akuisisi yang tidak menghasilkan bank yang kompetitif dan kelangsungan usaha di Indonesia adalah kasus Bank Wonosari. Tidak lupa, narasumber juga menyampaikan visi dari OJK yaitu menginginkan perbankan menjadi kuat, stabil, dan efisien dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, yaitu manfaat bagi masyarakat dengan adanya merger dan akuisisi di perbankan, apakah data dari para nasabah itu dapat mengalami kebocoran sehingga tidak ada perselisihan antara perbankan dengan OJK, dan apakah perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dapat putus kontrak.  kemudian ditutup dengan  foto bersama oleh para dosen FE UII beserta dengan para petinggi OJK dan tidak lupa bersama dengan mahasiswa dan mahasiswi program studi menejemen.

image2r - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada tanggal 24-26 April 2018 diadakan acara konferensi yang diadakan oleh Departemen Ekonomi dan Magister dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Acara ini bernama 6th Southest Asia International Islamic Philanthropy Conference. Acara ini diselenggarakan di ruang Iris, Hotel Eastparc, Yogyakarta dan dimulai pada pukul 09.30 WIB. Pada hari pertama tanggal 24 April 2018 dimulai dengan sambutan, sambutan pertama diberikan kepada Pak Akhsyim Afandi Ph.D yang juga memimpin untuk peresmian pembukaan acara pada pukul 10.00 WIB dan langsung dilanjutkan dengan coffee break selama 30 menit.

Kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan kepada Pak Hendri Anto sebagai moderator untuk memandu jalannya acara yang kemudian beliau langsung memanggil sekaligus kepada ketiga pembicara yaitu H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc., dimana beliau bekerja sebagai Direktur zakat dan pemberdayaan wakaf, kementerian urusan agama. Pembicara kedua yaitu Prof Dr Abd Halim Mohd Noor, dimana beliau bekerja sebagai CIPSF UiTM Melaka Malaysia, dan yang terakhir Dr. Rahmad Hidayat, beliau bekerja sebagai direktur di Badan Pelaksana Keuangan Haji Indonesia.

Presentasi pertama disampaikan oleh H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc.,. Beliau mengawali presentasi dengan mengundang tawa audiens diaman beliau berkata “Saya mengacu kepada UU no. 24 tahun 2009 tentang bendera bahasa lambang Negara serta lagu kebangsaan karena saya hadir disini sebagai utusan resmi pemerintahan Indonesia goverment maka saya mengacu pada pasal 32 yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional dan internasional di Indonesia.” Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa semua pihak, semua elemen, semua komponen harus ambil bagian dari persoalan-persoalan kemanusiaan di negeri ini. Beliau menekankan bahwa kita harus terus memperkuat kerjasama dengan Negara serumpun untuk menghadapi kekuatan global yang tidak selamanya sejalan dengan pemikiran kita.

Presentasi kedua disampaikan oleh Dr. Rahmad Hidayat. Di awal presentasi Beliau menunjukkan data pada saat presentasi bahwa pada tahun 2017, Indonesia merupakan negara dengan jamaah haji terbanyak yaitu sebesar 221.000 mengalahkan Pakistan, India, dan Bangladesh. Beliau juga menyampaikan bahwa besarnya jumlah umat muslim Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji berdampak pada besarnya daftar tunggu (waiting list) dengan jumlah dana haji yang terkumpul dan dikelola oleh pemerintah (sekarang oleh BPKH).

Presentasi ketiga disampaikan oleh Prof Dr Abd Halim Mohd Noor. Beliau menyampaikan secara detail mengenai zakat dan beliau juga menyampaikan bahwa zakat dapat dijadikan investasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan langsung diakhiri dengan pemberian plakat oleh Pak Kusto Hartanto Setia Budi kepada ketiga pembicara dan pemberian plakat serta sertifikat kepada moderator yakni Pak Hendri Anto dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Setelah makan siang berlangsung dari pukul 11.45 sampai dengan 13.00 WIB dilanjutkan dengan acara Panel Presentation Sesi 1 yang diselenggarakan di dua ruangan yaitu ruangan lotus dan ruangan hibiscus. Panel Presentation Sesi 1 di ruangan lotus dengan moderator Dr. Dziauddin Sharif dengan mengangkat tema “Zakat and Social Empowerment” dan di ruangan hibiscus dengan moderator Dr. Mohamed Saladin Abdul Rasool dengan mengangkat tema “Islamic Economic and Finance”. Panel presentasi pada sesi pertama dilaksanakan selama 2 jam lalu diselangi dengan coffe break dan dilanjutkan dengan Panel Presentation Sesi 2. Pada panel presentasi sesi pertama dan kedua terdapat masing – masing  6 presentasi yang dimana masing – masing peserta diberikan waktu selama 10-15 menit untuk melakukan presentasi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab antar presentor dan terdapat time keeper di setiap ruangan yang akan mengingatkan sisa waktu presentasi.

Pada hari pertama, antusias peserta sangatlah tinggi dan kegiatan berjalan dengan lancar. Antusiasme peserta tidak menurun ketika memasuki hari kedua. Acara konferensi hari ini, Rabu (25/04) dimulai dengan pembahasan sebuah topik yang menarik berjudul “Social Financing for Education and Health Empowerment”. Diskusi panel utama dipandu oleh Moderator, Kushardanta Susilabudi. Beberapa pembicara ahli berkesempatan menyampaikan materi pada diskusi panel ini, seperti : Prof. Bambang Sudibyo (Ketua BAZNAS Indonesia), Drg. Imam Rulyawan, MARS (Presiden Direktur Dompet Dhuafa), dan Agus Widarjono Ph.D (Dosen senior FE UII).

Zakat, Infaq, dan Waqaf menjadi topik utama yang dibicarakan pada sesi diskusi panel utama tahap kedua. Kajian pada sesi ini membahas tentang segala hal yang berhubungan dengan Zakat, Infaq, dan Waqaf yang sudah jelas diatur oleh Undang – Undang beserta diskusi tentang sebuah pertanyaan, “apakah hanya sekedar menjalankan dan membayarnya saja?” Drg. Imam Rulyawan berpendapat bahwasannya, kita harus dapat mengubah mindset bahwa zakat dan waqaf tidak hanya sekedar charity saja tetapi jika dikelola dengan baik dapat memberdayakan masyarakat yang membutuhkan.

Setelah diskusi panel utama selesai, kemudian dilanjutkan dengan acara presentasi panel ketiga. Secara teknis presentasi panel terbagi dalam dua kelas dan dipandu oleh masing-masing moderator yang berbeda. Presentasi panel di Ruang Lotus dipandu oleh Moderator, Dr. Abd Halim Mohd Noor dengan topik diskusi “Zakat Performance and its Management”. Sedangkan untuk presentasi panel di Ruang Hibiscus dipandu oleh Moderator, Mustika Noor Mifrahi dengan topik diskusi yang berjudul “Islamic Finance and Banking”.

Acara dilanjutkan selepas dhuhur yang diisi dengan diskusi panel sesi 3 yang dipandu oleh Dr. Abd Halim Mohd Noor dengan topik diskusi “Islamic Social Finance Governance”. Panel ini diisi oleh Iwan Rudiyana yang merupakan Chairman of Mandiri Amal Insani Foundation dan Dr. Irfan Syauqi Beik yang merupakan Direktur dari Puskas Baznas, CIBEST IPB yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Sesi 4 diskusi panel dilanjutkan setelah ashar. Sesi ini dilakukan di dua ruangan yaitu di ruang Hibiscus dengan moderator Bp. Faaza Fakhrunnas dengan tema “Shariah Issue and Corporate Governance” yang diisi oleh enam presentastor dan ruangan kedua dilaksanakan diruang Lotus dengan moderator Ibu Maisya Farhati dengan tema “The Role Of Islamic Social Funds Management and Its Performance” yang diisi oleh empat presentator. Acara ini ditutup oleh Bp. Kushardanta Susilabudi, SE.,MM. yang merupakan Direktur IMZ.

Pada hari ketiga acara diisi dengan welcoming remark di Dompet Dhuafa Yogyakarta dengan program pemberdayaan dan produk batik imogiri dan di Rumah Sehat Baznaz Yogyakarta dengan program pemberdayaan kesehatan.

PPM Baznazrr - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Workshop “Stareti Komunikasi Pemasaran Lembaga Amil Zakat” yang di laksanakan pada 24 April 2018 pukul: 8:45 WIB bertempat di Hotel Sahid Jaya Babarsari. Workshop yang di isi oleh pembicara Bapak Anas Hidayat. Drs., MBA., Ph.D. yang merupakan Direktur Program Internasional FE UII; Pakar Pemasaran dan Ibu Istyakara Muslichah. SE., MBA. Salah satu Dosen Muda Berprestasi FE UII.

Bapak Anas Hidayat. Drs., MBA., Ph.D. yang menjadi pembicara pertama mengatakan bahwa karena sedekah hidupnya menjadi tenang, tentram, damai dan bahagia. Dia sangat heran sekaligus kecewa dikarenakan umat islam di indonesia merupakan umat yang besar tetapi mengapa setiap melakukan kegiatan agama sulit dalam pengumpulan dana untuk kegiatan agama islam itu sendiri.

Belia juga menjelaskan apa marketing atau pemasaran yang menjadi topik utama dalam wrokshop yang beliau isi. “Marketing: How to get money? Yang berbanding terbalik dengan apa yang telah kita pelajari dari apa yang telah di wahyukan Allah SWT. Yang telah dititipan kepada rasul kita Nabi Muhammad SAW.”

Marketing itu hanyalah ilmu teori-teori dasar. Sekarang ilmu semakin berkembang dan maju . Dan sekarangpun semakin banyak orang-orang yang pintar dan berilmu begitupun ilmu yang semakin berkembang pesat. Tetapi mengapa masalah yang ada di masyarakat semakin bertambah juga?

Marketing:How to compete with other? sedangkan budaya kita mengajarkan musyawarah dan gotong royong bukan untuk berkompetisi. Kita di ajarkan orang tua kita, nenek kakek kita untuk bekerja sama musyawara di setiap masalah. Bukanya untuk berkompetisi untuk mengejar dunia yang hanya sementara.

Disesi kedua, Ibu Istyakara Muslichah. SE., MBA. Sebagai pembicara dengan mengangkat tema “Pemanfaatan Media Sosial Untuk Memperkuat Branding Badan Amil Zakat” ajunya teknologi pada saat ini membuat pengaruh yang banyak terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan manusia pada zaman seperti sekarang ini. Tidak ada salah juga bila memanfaatkan media sosial untuk kegiatan Badan Amil Zakat.

Dengan memanfaat kan media sosial semua orang bisa dimudahkan dalam berzakat. Para Amil Zakatpun mendapat kemudahan dalam pengumpulan dan mengurus amanah yang mereka pikul. Alhasil semua orang bisa dimudahkan dalam menjalankan kewajiban mereka dalam berzakat.

Kita sekarang di jaman dengan ilmu pengetahuan teknologi yang sangat maju. Namun, permasalahan hidup juga bertambah. Dengan mengikuti perintah Allah Shalat, Zakat dan kewajiban yang Allah berikan kita bukan hanya akan namun sudah barang pasti hidup kita tenang, tentram, damai, bahagia. Di karenakan kita telah buta untuk mengejar apa yang ada di dunia yang hanya sementara. Kita saling menjatuhkan dan tak sedikit orang-orang berlaku curang yang membuat lupa dengan ketentuan Allah sehinga Allah jatuhkan permasalahan kepada mereka.

IMG 8809 min - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada Sabtu 21 April 2018 telah dilaksanakan puncak acara dari Milad 25 tahun Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia di hall tengah yang dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Program-program di pasca sarjana yang dimiliki oleh FE UII adalah Doktor Ilmu Ekonomi, Magister Akuntansi, Magister Ekonomi dan Keuangan, dan Magister Manajemen. Rangkaian peringatan milad Program Pasca Sarjana FE UII sendiri dimulai dari pelaksanaan Bakti Sosial, lalu dilanjutkan dengan Business Plan Competition, dilanjutkan Seminar Nasional dan ditutup dengan Pengajian dengan pengisi acara utama yaitu Ustadz “Cinta” Restu Sugiharto.

Dalam acara ini tamu yang diundang adalah seluruh civitas akademika FE UII, dosen-dosen di FE UII, Dekan dan Wakil Dekan FE UII, serta Direktur Program Pasca Sarjana FE UII juga turut hadir untuk memeriahkan. Acara dimulai pada pukul 09.00 dengan dibuka oleh mc, lalu acara dilanjutkan dengan hiburan dari Gamelan Kanjeng Anom dengan menyanyikan 3 buah lagu sebagai hiburan awal, setelah itu pembacaan  ayat suci Al-Quran oleh salah satu dosen FE UII, suasana pada saat pembacaan ayat suci Al-Quran sangat khidmat dan tenang.

Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh direktur Program Pasca Sarjana bapak Zainal Musthafa, pada sambutannya bapak Zainal menyampaikan kabar duka mengenai salah satu keluarga Program Pasca Sarjana dan berdoa bersama untuk mendiang. Bapak Zainal juga sedikit menceritakan apa saja rangkaian acara menyambut milad Program Pasca Sarjana FE UII serta menyebutkan pendukung-pendukung dari pelaksanaan acara milad. 

Selanjutnya sambutan dari dekan FE UII, bapak dekan memberi ucapan selamat milad yang ke 25 untuk Program Pasca Sarjana FE UII yang sudah berdiri sejak tahun 1993. Dilanjut dengan sambutan dari mantan pengelola Program Pasca Sarjana FE UII, beliau memberi banyak nasihat untuk segenap civitas akademika FE UII untuk diantaranya yaitu sikap menghargai orang lain dan qanaah.

Setelah sambutan-sambutan masuk ke dalam acara inti yaitu pengisian materi pengajian oleh Ustadz “Cinta” Restu Sugiharto, beliau dalam membuka pengajian dimulai dengan menyanyikan sebuah lagu tentang agama yang salah satu liriknya berbunyi “Cukup bagi kita Allah, Masalah sebesar apa bila disebutkan nama-Nya menjadi tak seberapa, menjadi tidak terasa”. Yang dimaksud oleh lirik tersebut adalah sebesar apapun masalah yang dihadapi jangan lupa bertasbih, dan mengingat Allah karena kita harus melibatkan Allah kedalam kehidupan kita. Ustadz Restu juga menyampaikan tentang bagaimana cara menyatukan umat yaitu dengan membaca surat At-Taubah ayat 129. Ayat tersebut memiliki cerita dibaliknya, beliau bercerita bahwa dulu Nabi Muhammad memiliki 2 kaum yang setia mendampinginya yaitu aus dan khazraj, dulu kedua kaum itu bermusuhan namun damai karena Nabi Muhammad. Namun gara gara yahudi yang mengadu domba kedua kaum tersebut mulailah mereka mulai membenci kembali dan memulai peperangan, namun saat Nabi Muhammad mendengar berita tersebut, nabi berlari dan berteriak “bukankah dulu kalian berdamai karenaku?” lalu kedua kaum tersebut mulai tersadar dan berpelukan serta meminta maaf, disitulah Nabi Muhammad melafalkan doa untuk menyatukan kembali kedua kaum. Jadi intinya disini Ustadz menyampaikan jika UII ingin bersatu anggotanya dan menjadi semakin baik kedepannya banyak-banyak mengamalkan bacaan doa Nabi Muhammad.

Ustadz juga menyampaikan bahwa milad seharusnya merupakan puncak dari kesyukuran oleh karena itu ustadz mengajak semua tamu untuk bertasbih dan bersyukur bersama yang dipandu oleh ustadz dan diiringi oleh Gamelan Kanjeng Anom. Pengajian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur PPS FE UII.

Pameran Buku2r 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”-Mohammad Hatta. Itu adalah slogan yang mewakili acara pameran buku yang diselenggarakan di Hall Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2018 sampai dengan 13 April 2018. Untuk acara pameran buku ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Fakultas Ekonomi UII dengan mengundang para distributor dan penerbit dengan menyediakan tempat bagi mereka untuk memasarkan buku-buku yang mereka miliki  kepada para mahasiswa, dosen maupun karyawan di FE UII, acara ini merupakan salah satu acara rutin tahunan yang dimiliki oleh FE UII.

Pihak perpustakaan berkoordinasi dan menghubungi pada penerbit dan distributor, karena yang lebih tahu tentang penerbit dan distributor adalah pihak perpustakaan FE UII  sendiri, karena selain itu para penerbit juga sering berkunjung ke perpustakaan untuk menawarkan buku-buku mereka dan dari situlah pihak perpustakaan mengenal banyak distributor dan penerbit.

“Masih sangat kurang karena terkadang pada dosen masih sibuk dengan urusan mereka sendiri, dan terkadang untuk turun hanya sekedar melihat buku masih belum bisa menyempatkan waktunya, sudah dua tahun seperti ini” kata Sigit salah satu distributor terkait antusias dosen FE UII selama dua hari berjalannya pameran.

“Minat baca masyarakat FE UII sudah ada karena adanya keinginan yang terlihat dari mahasiswa dan dosen untuk melihat-lihat buku yang dipamerkan.” Sigit menambahkan.

Namun untuk para mahasiswa kebanyakan hanya melihat-lihat buku karena buku yang mereka sediakan/tawarkan merupakan buku-buku luar yang memiliki harga yang cukup tinggi sehingga sedikit yang membelinya. Namun dalam pameran ini mahasiswa di fasilitasi berupa disediakannya blangko bagi mahasiswa untuk pengajuan saran buku-buku yang tidak ada di Perpustakaan yang dianggap penting bagi proses belajar untuk di tambah dalam koleksi di Perpustakaan FE UII karena salah satu faktor sepinya perpustakaan adalah karena perpustakaan tidak bisa memenuhi kebutuhan buku yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar bagi dosen maupun mahasiswanya. Disini juga perpustakaan memegang peran penting di dalam meningkatnya minat baca di kampus FE UII, jika perpustakaan dapat memberikan layanan berupa tersedianya literatur yang dibutuhkan maka minat untuk mengunjungi perpustakaan akan meningkat.

Tidak ada tema khusus yang diangkat untuk pameran buku tahun ini, hanya pameran umum yang diselenggarakan untuk memfasilitasi dosen, karyawan, serta mahasiswa dan juga memfasilitasi para penerbit dan distributor untuk memasarkan bukunya. Buku-buku yang ditawarkan diantaranya ada buku untuk kegiatan belajar seperti akuntansi keuangan lanjutan, akuntansi pengantar, akuntasi manajemen, pengantar bisnis dan manajemen, etika bisnis dan profesi, buku motivasi, buku tentang akhlak, agama, novel, dan masih banyak lagi. Dalam pameran tahun ini Fakultas memberikan dana kepada dosen sebesar Rp800.000 dan kepada karyawan sebesar Rp250.000 dan dosen disarankan oleh Fakultas untuk membelanjakan uangnya untuk membeli buku untuk mendukung kepentingan jalannya proses belajar mengajar dalam perkuliahan dan untuk karyawan sendiri, mungkin bisa dibelikan buku untuk keluarganya.

Disediakan juga bagi masyarakat kampus berupa photobooth untuk meramaikan acara pameran buku ini bisa sekaligus menjadi sarana pemasaran adanya kegiatan pameran buku di hall FE UII jika mahasiswa maupun dosen menguploadnya ke media sosial.

Harapan salah satu distributor bagi berlangsungnya pameran buku yang merupakan acara rutin tahunan FE UII adalah antusias dosen terhadap pameran yang diselenggarakan makin ditingkatkan lagi sehingga acara menjadi lebih ramai dan diadakan acara di tengah-tengah berlangsungnya acara pameran buku agar mengundang ketertarikan masyarakat Fakultas Ekonomi UII.

workshop KW1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen mengadakan kegiatan Workshop Kewirausahaan yang bertajuk “Strategi Membangun Start-Up Kreatif yang Islami” pada Senin 16 April 2018, di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII. Workshop tersebut merupakan rangkaian acara pembukaan dari Manifest 2018 yang dihadiri oleh mahasiswa program studi manajemen. Narasumber yang dihadirkan dalam acara ini adalah Analisa Widyaningrum (Founder & CEO APDC), Indah Wahyu Wardani (Founder & CEO Ederra Indonesia) dan Saga Iqranegara (Founder dan Ketua Asosiasi Digital Kreatif). Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi acara, yang pertama yaitu talkshow entrepreneur dan workshop Business Model Canvas.

Meningkatnya jumlah bisnis start-up mendorong prodi manajemen untuk mengundang pelaku start-up sebagai pembicara dalam acara ini. Selain itu, konsep Business Model Canvas juga semakin marak digunakan pelaku bisnis dalam menggambarkan bisnisnya. Hal ini dikarenakan Business Model Canvas dirasa lebih praktis dan tepat guna untuk ditampilkan kepada calon investor. Oleh karena ini, workshop ini diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa dalam memperkaya wawasan terkait hal-hal tersebut serta mendorong mahasiswa menerapkannya dalam penyusunan tugas akhir Rancang Bangun Bisnis dan pada akhirnya merealisasikannya menjadi bisnis yang nyata.

Diungkapkan oleh ketua Prodi Manajemen FE UII, Dr. Drs. Sutrisno, MM bahwa workshop ini berbeda dengan workshop sebelumnya karena workshop ini mengangkat tema berbau Islami. Maka dengan ini mahasiswa dapat mengetahui tentang gambaran peran nilai-nilai keIslaman dalam membangun bisnis, khususnya bisnis start-up.

Dalam sesi pertama, Analisa Widyaningrum, menjelaskan betapa pentingnya menjaga etika dalam berbisnis. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa hubungan kepada Allah jauh lebih penting. “Kalau kita niat untuk membuat proposal sebelum memulai membuat usaha, maka kita harus membuat proposal yang ditujukan kepada Allah terlebih dahulu,” paparnya. Kemudian pemateri selanjutnya, yaitu Indah Wahyu Wardani, menuturkan bahwa fokus merupakan salah satu kunci kesuksesan. Hal ini didasarkan pengalamannya dalam karirnya dari memulai hingga diposisi seperti sekarang ini. “Tak perlu menjadi master dalam segala hal, kita hanya perlu fokus dalam satu hal,” tuturnya.

Dilanjutkan dengan Saga Iqranegara menjelaskan pemahaman mengenai Business Model Canvas. Model bisnis merupakan sesuatu yang menggambarkan dan menjelaskan mengenai bisnis start-up itu sendiri dengan tujuan agar bisa membantu dalam melakukan pertimbangan perubahan dan kemajuan bisnis secara professional. Model bisnis yang dipaki kali ini adalah Businnes Model Canvas (BMC). BMC ini digunakan mensederhanakan konsep model bisnis yang rumit dan kompleks agar dapat dimanfaatkan.

Diskusi Umum IE Fiskalrrr 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Program Studi Ilmu Ekonomi mengadakan kuliah umum “Diskusi Umum : Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal Terkini”  Kamis, 12 April 2018 pada pukul 13.00 WIB yang bertempat di ruang P 1/2 Fakultas Ekonomi UII. Dalam acara tersebut, terdapat 30 peserta yang berpartisipasi terdiri dari internal Fakultas Ekonomi UII yang sebagian besar adalah mahasiswa program studi ilmu ekonomi. Tujuan kuliah umum untuk mahasiswa mengetahui bagaimana kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Pada kuliah umum pada siang hari tersebut dimoderatori oleh dosen Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UII yaitu Eko Atmaji Dr.,S.E., M.Ec dibuka dengan mepaparkan curicullum vitae dari pembicara kuliah umum tersebut yaitu Bhayu Purnomo S.T., M.Sc., MA. yang bekerja di BKF, Kementrian Keuangan RI. Dalam kuliah umum tersebut Bhayu Purnomo mengadakan dua sesi materi diskusi yang pertama yaitu keadaan dan pencapaian perekonomian Indonesia dalam ekonomi makro dan penjelasan mengenai kebijakan fiskal.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini lebih stabil dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya dibuktikan dengan dukungan pernyataan inflasi pad tahun-tahun terakhir ini juga lebih stabil. Meski begitu, Bhayu Purnomo lulusan dari Georgia State University Atlanta USA ini menjelaskan Indonesia memiliki tantangan utama dalam pertumbuhannya agar semakin baik dimana pemberdayaan sumber daya manusia  yang masih rendah, selain itu Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah besar namun pertumbuhannya masih terpusat di wilayah tertentu dan tidak merata pada daerah-daerah sektor. Maka dari itu, pentingnya komitmen  pemberdayaan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan peningkatan infrastruktur yang lebih merata, dan juga sinergi kebijakan yang benar dan baik disemua sektor.

Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Kebijakan fiskal adalah tulang punggung reformasi ekonomi dimana setiap negara juga mempunyai anggaran pendapatan dan pembelanjaan yang saling terkait.

Sesi terakhir yaitu diisi  dengan tanya jawab dan diskusi dimana terdapat 10 penanya dengan beberapa sesi pertanyaan dari mahasiswa dan diskusi sangat hidup dengan membahas materi terkait. Moderator memandu sesi tanya jawab ini, acara selesai pukul 15.00 WIB ditutup ditutup oleh moderator dengan bacaan hamdalah.