Bagi mahasiswa yang akan tutup teori Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, untuk mengetahui standar score toefl yang akan tutup teori dapat akses pada halaman ini
Bagi mahasiswa yang akan tutup teori Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, untuk mengetahui standar score toefl yang akan tutup teori dapat akses pada halaman ini

Dalam desertasinya, Purwanto mengangkat topik tentang Pengaruh Struktur Kepemilikan, Tata Kelola dan Krisis Terhadap TunnelingPinjaman Berelasi. Penelitian Purwanto merupakan studi empiris yang di lakukan pada perusahaan-perusahaan dalam suatu kelompok bisnis dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Dijelaskan Purwanto, Pinjaman Berelasi merupakan hal yang sering dilakukan dalam kelompok bisnis terutama dengan struktur kepemilikan piramida yang merupakan karakteristik perusahaan di Indonesia. Pinjaman Berelasi selain memberikan manfaat juga memberikan sejumlah resiko terhadap masalah keagenan, seperti dalam pengambilalihan hak pemegang saham minoritas melalui aktifitastunneling.
“Tunneling merupakan tranfer sumber daya dalam sebuah grup bisnis yang bertujuan untuk saling mensupport antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya dalam satu grup bisnis agar mampu bersaing.” Papar Purwanto.
Ia menjelaskan tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tunneling pinjaman berelasi pada perusahaan publik di Indonesia. Penelitian dilakukan di perusahaan selain bank dan lembaga keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hasil penelitian desertasi yang dilakukan Purwanto tersebut menunjukkan bukti empiris bahwa transaksi pinjaman dengan pihak berelasi adalah sarana untuk tunneling, meskipun kerangka regulasi telah banyak mengalami perbaikan sejak krisis keuangan Asia 1997. Struktur kepemilikan piramida dan kepemilikan keluarga tidak selalu buruk, namun temuan penelitiannya memberikan bukti risiko dari jenis kepemilikan tersebut.
Sumber : www.uii.ac.id

Ada yang spesial dari penyelenggaran UII ODIEX 2015 ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya, untuk tahun ini DPKA UII menggandeng Direktorat Pembinaan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) dan Pusat Studi Batik Program Studi Teknik Kimia UII. Tujuannya adalah untuk lebih mempopulerkan unit bisnis yang tergabung dalam Ingkubasi Bisnis Mahasiswa (IBISMA) UII dan memperkenalkan kepada masyarakat mengenai batik baik dari segi jenisnya maupun filosofinya.
Demikian seperti yang dijelaskan oleh Direktur DPKA UII Hangga Fathana, SIP., B.Int.St., MA., dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut. Lebih lanjut, ketua pelaksana UII ODIEX 2015, Sigit Pamungkas SE., M.Com., melaporkan bahwa ini adalah tahun kedua dimana event pameran inovasi ini dilaksanakan. Harapannya, pengunjung UII ODIEX 2015 ini lebih banyak daripada tahun kemarin, karena kita mengangkat sesuatu yang unik yaitu bisnis mahasiswa dan kearifan lokal.
Sumber : www.uii.ac.id

Sebagai tindak lanjut dalam upaya menyediakan wadah untuk kegiatan mahasiswa, pada tanggal (18/11) bertempat di Aula Utara FE UII, ketua LEM FE UII melantik seluruh pengurus dari sebelas UKM. Dalam acara pelantikan ini, Ogi Bayu sebagai perwakilan dari seluruh UKM menyampaikan harapan kerjasama antar UKM kedepannya semakin baik. “Semoga dengan adanya koordinasi yang baik dengan LEM dapat menciptakan UKM yang lebih baik kedepannya”, tambahnya.
Nurdiansyah Nugraha selaku Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FE UII memberikan jawaban akan mengoptimalkan peran dan fungsi mahasiswa yang tergabung dalam berbagai UKM baik dibidang olahraga, seni dan bela diri. Nurdiansyah juga mengharapkan adanya perbaikan koordinasi, baik antar sesama UKM, maupun koordinasi antara UKM dengan KREMA. Ia mengapresiasi sebelas UKM yang ada karena jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan jumlah UKM yang ada di tingkat universitas. Harapan terakhir yang disampaikannya adalah UKM FE bisa kembali meraih juara umum pada perlombaan yang diselenggarakan LEM universitas.
Maharditya Rozan Pratama, sebagai ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), mencoba memberikan dorongan untuk bisa meningkatkan eksistensi UKM yang ada di FE UII. UKM mempunyai tugas sebagai wadah untuk menampung seluruh kegiatan-kegiatan mahasiswa sesuai bidangnya, agar minat dan bakatnya dapat tercurahkan dengan positif serta dapat terbentuk mahasiswa yang produktif.
Acara pelantikan dikukuhkan dengan pembacaan surat pelantikan oleh ketua LEM FE UII dan diikuti oleh seluruh pengurus UKM yang hadir. Pelantikan pengurus seluruh UKM yang ada di FE UII ini merupakan sebuah strategi yang harus dilakukan. Ibaratnya menjadi sebuah pijakan awal untuk ke-efisiensi-an periode yang akan dijalani. Dibawah naungan departeman KREMA, UKM FE UII akan bersiap untuk berlari. Bukan semata-mata untuk mengejar eksistensi, tetapi juga demi mengangkat potensi-potensi luar biasa dari “asset terpelajar” yang dimiliki Universitas Islam Indonesia.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam acara penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding antara UII dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi RI, Jakarta, Jum’at(20/11).
“Kerjasama strategis antaruniversitas di Asia Tenggara adalah salah satu bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam menguatkan identitas dan kebersamaan ASEAN” ungkap Dr. Harsoyo yang juga merupakan lulusan studi doktoral dari Fakulti Kejuruteraan dan Alam Bina UKM.
Kerjasama strategis yang perlu dilakukan di antaranya adalah penguatan kegiatan akademik, penelitian bersama, pertukaran staf pengajar dan mahasiswa, serta pengabdian masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Rektor (Naib Canselor) UKM, Prof. Datok Dr. Noor Azlan Ghazali mengatakan, kerjasama UII-UKM diharapkan mampu menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Ditambahkan, keberhasilan dan pencapaian UKM saat ini tidak lepas dari dukungan perguruan tinggi di Indonesia di masa lalu. “Pada masa pendirian UKM, kami banyak menerima bantuan dosen dari Indonesia,” ungkap Prof. Noor.
“Sampai saat ini UKM memiliki lebih dari 100.000 alumni, dengan 3.000 alumni berasal dari Indonesia, dan di antara alumni Indonesia tersebut, salah satu alumni terbaik kami, Dr. Harsoyo, kini menerima amanah sebagai Rektor UII,” tambah Prof. Noor di hadapan puluhan hadirin.
Disampaikan Direktur Pemasaran, Kerjasama dan Alumni UII, Hangga Fathana, kerjasama UII-UKM memiliki potensi strategis melihat UKM merupakan salah satu universitas terbaik di Malaysia.
“Kerjasama dengan UKM telah dirintis oleh UII sejak tahun 2001. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh kedua universitas di masa mendatang,” ungkap Hangga.
Penandatanganan MoU UII-UKM diselenggarakan bersama 14 perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Seri Zahrain Mohamed Hashim.
Sumber : www.uii.ac.id

Kalangan masyarakat muslim Eropa pun harus pandai-pandai menepis stigma negatif yang tertuju pada mereka. Tingginya frekuensi media internasional dalam memberitakan kejadian ini juga turut memperkuat stigma negatif yang telah berkembang. Padahal, Islam sama sekali bukan agama yang mengajarkan umatnya menjadi orang yang tidak menghargai kemanusiaan.
Sebagaimana disampaikan oleh pemerhati gerakan Islam UII, Dr. Supriyanto Pasir, S.Ag, M.Ag ketika mengomentari peristiwa penembakan Paris. Menurutnya, apa yang terjadi di Paris merupakan tindakan biadab yang jelas-jelas telah merusak nilai kemanusiaan. Para pelaku yang dengan tangan dingin menembaki dan membom warga sipil, diragukan masih memiliki nilai itu di dalam dirinya. “Islam dengan tegas melarang tindakan yang mengarah pada mencederai kemanusiaan, seperti membunuh, menyiksa, dan melukai warga sipil. Apalagi Paris yang menjadi tempat kejadian bukan merupakan wilayah perang”, ujarnya.
Oleh karena itu, ia tidak sepakat jika tindakan terorisme yang mungkin dilakukan oleh sebagian orang Islam lantas menjadi alasan untuk menilai buruk tentang Islam. “Saat ini umat Islam harus berhati-hati dan tidak mudah terpancing. Isu-isu yang sensitif dan memojokkan Islam jangan lantas disikapi dengan kekerasan. Sebab jika sampai terpancing melakukan tindakan itu, justru sangat merugikan citra Islam”, katanya.
Selain itu, ia juga menilai maraknya radikalisme dan tindakan teror oleh oknum Islam sebagai dampak dari kurangnya memahami tentang jihad yang benar. “Yang ada, semangat jihad yang terlalu tinggi kurang diimbangi dengan pengetahuan metode dakwah. Orang-orang seperti ini rentan diajak mengikuti kegiatan radikal”, terangnya. Pemahaman yang benar tentang jihad dapat mencegah seseorang melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Kondisi masyarakat di Eropa yang damai dan cukup konudusif tidak membutuhkan jihad dalam bentuk peperangan. Untuk mengajak orang Eropa agar tertarik dengan Islam yakni dengan dialog dan menunjukkan akhlak yang baik. Tindakan teror di Paris justru kontraproduktif dengan upaya dakwah Islam di Eropa.
Sumber : www.uii.ac.id

Demikian disampaikan Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam kunjungan delegasi UII ke Woosong University, Rabu (18/11), di kampus Solbridge International Business School, Daejeon, Korea Selatan. “Solbridge, sebagai salah satu lembaga di bawah Woosong University, telah menjadi mitra strategis bagi UII sejak tahun 2009,” tambahnya.
Selama enam tahun terakhir, kerjasama UII dengan Woosong University dilaksanakan di bidang pertukaran mahasiswa. Mahasiswa UII memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari Woosong University untuk berkuliah selama satu semester di Solbridge.
Pada tahun akademik 2015/2016, UII telah mengirim dua orang mahasiswi yang saat ini tengah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Solbridge.
Kunjungan delegasi UII ke Woosong University diterima langsung oleh Presiden Woosong University, Dr. John E. Endicott. Senada dengan Rektor UII, Dr. Endicott mengapresiasi kerjasama UII-Woosong University yang berlangsung secara berkelanjutan. “Kami sangat ingin meningkatkan produktivitas kerjasama kedua Universitas secara bertahap,” ungkap Dr. Endicott.
Dikatakan Direktur Pemasaran, Kerjasama & Alumni UII, Hangga Fathana, kedua Universitas sepakat untuk meningkatkan kerjasama strategis di bidang mobilitas global.
“Dalam waktu dekat UII akan menyiapkan program cultural immersion untuk mahasiswa Woosong University, serta mengirimkan staf kerjasama UII guna melaksanakan magang selama dua bulan di kantor kerjasama Woosong University,” ungkap Hangga di akhir pertemuan.
Sumber : www.uii.ac.id

Demikian disampaikan Presiden SKHU, Profesor Lee Jeong-ku, saat menerima kunjungan kerja Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Selasa (17/11), di Kampus SKHU, Seoul, Korea Selatan. “Pemahaman lintas budaya sangat dibutuhkan untuk memperluas wawasan budaya dan membentuk generasi yang toleran,” tambah Prof. Lee.
Dikatakan, bagi SKHU, kemitraan dengan UII memiliki makna strategis, khususnya dalam upaya pengabdian kepada masyarakat global yang selama ini telah terlaksana secara kolaboratif.
Sejak tahun 2012, kedua Universitas telah memberdayakan masyakarat Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pelatihan kepemimpinan, pelatihan perangkat desa, koperasi, pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat, serta pendidikan gender.
“Kami sangat tertarik untuk mengirim mahasiswa SKHU ke UII guna melaksanakan pengabdian masyarakat, baik di lingkungan internal kampus UII, maupun terjun langsung ke masyarakat di Yogyakarta secara luas,” ungkap Prof. Lee. Rencananya, program pengabdian masyarakat ini akan diselenggarakan dalam jangka waktu dua minggu, satu kali dalam setahun.
Selain itu, SKHU juga berminat untuk menerima mahasiswa UII mengambil kelas singkat Bahasa Korea di Kampus SKHU. Prof. Lee juga membuka kesempatan yang luas bagi UII untuk melaksanakan implementasi kerjasama dengan berbagai bidang program studi yang tersedia di SKHU, di antaranya media dan komunikasi, ilmu politik, manajemen, dan program studi lainnya di rumpun humaniora.
Sementara itu, Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. menyambut dengan baik penjajakan perluasan kerjasama UII-SKHU. “Kerjasama luar negeri UII ke depan harus sepenuhnya mengarah pada pola yang produktif dan resiprokal. Kami melihat kerjasama dengan SKHU adalah salah satu bentuk kemitraan yang memenuhi pola tersebut,” ungkapnya di akhir kunjungan.
Sumber : www.uii.ac.id

Sosialisasi Bank Indonesia diselenggarakan pada tanggal (14/11), bertempat di Aula Utara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Pihak dari Bank MANDIRI sebagai narasumber yang memberikan materi tentang hal-hal yang dapat kita lakukan untuk memudahkan saat kita bertransaksi. Sosialisasi ini bertujuan agar para mahasiswa dapat mengetahui perubahan atau sistem apa saja yang di keluarkan maupun yang dikembangkan oleh Bank MANDIRI. Dalam acara sosialisasi BI ini dibawakan oleh dua pembicara yaitu, Syafri Yuzal sebagai direktur PT. Aino Indonesia, dan Sri Agustin dari BI yang dimoderatori oleh Baziedy Aditya Darmawan S.E., M.M.
Dengan adanya pengembangan dan perubahan dalam bertransaksi, Bank MANDIRI telah memfasilitasi Cashless yang merupakan suatu tujuan untuk menggunakan e–money. Di lingkungan kampus E–money dapat digunakan untuk membayar ataupun memfasilitasi kebutuhan mahasiswa, contohnya menyewa sepeda yang disediakan kampus, membayar makanan dikantin, absensi mahasiswa dan ID untuk masuk ke perpustakaan. E-money juga berbeda dengan ATM karena sistemnya menggunakan sistem offline rekening sedangkan fungsi ATM untuk mengambil uang yang ada di rekening bank.
Fasilitas lainnya yang dikeluarkan Bank MANDIRI yaitu Finding machine yang merupakan sebuah alat penjual minuman dan makanan ringan yang pada sistem pembayarannya memudahkan orang berbelanja hanya dengan menggunakan kartu.
Terlepas dari transaksi berbentuk kartu, dengan kemampuan teknologi yang berkembang saat ini uang juga dapat disimpan di HP, dengan menggunakan i–cash yang dapat di download sendiri di appstore untuk pengguna IOS dan play store untuk pengguna android. Cara untuk menggunakan aplikasinya, kita harus mendownload terlebih dahulu kemudian memasukan pin ATM. Dengan demikian melalui handphone bisa mentransfer, tarik tunai dan berbagai layanan lainnya yang dapat memudahkan bagi penggunan dalam bertransaksi.
Pada sesi selanjutnya dibahas oleh Syafri Yuzal mengenai Potensi LCS yang mengakomodasikan kebutuhan VVIP bagi mahasiswa/karyawan. Dia juga menjelaskan mengenai time based ticket yang dapat digunakan untuk bertransaksi seperti pembayaran transportasi dan lainnya.
Sosialisasi dan edukasi BI dapat memberikan wawasan tentang sistem yang dapat memudahkan para pengguna Bank MANDIRI dalam bertransaksi yang didukung oleh perkembangan teknologi akan membuat transaksi lebih mudah dilakukan melalui media online yang dapat dilakukan setiap saat.

Maka dari itu dalam rangka melihat dan mencari solusi permasalahan manajemen pengelolan ibadah haji, Pusat Penelitian dam Pengkajian ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Ekonomi (PPE) FE UII, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), dan BRI Syariah hari ini (7/11) menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi Haji ‘Tinjuan Nasional, Sosial, Manajemen, dan Ekonomi’.
Acara seminar nasional yang bertempat di Aula Utara Lantai 3 Gedung Prof. Ace Partadiredja FE UII tersebut mengundang pembicara Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., Drs. Suwarsono Muhammad (Dosen UII), drs. H. Nurrokhman, MA., (Kanwil Kemenag DIY), dan M. Yazid Affandi, S.Ag., M.Ag., (Dosen UIN Sunan Kalijaga). Selain pembicara tampak hadir pula Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Si., Dekan FE UII Dr. Drs. Dwipraptono Agus Hardjito, M.Si., dan Direktur P3EI Agus Widarjono, SE., MA., Ph.D.
Dalam sambutannya Harsoyo menyampaikan bahwa semangat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji itu luar biasa, sehingga dengan adanya seminar ini diharapkan dapat menghasilkan solusi permasalahan pengelolaan ibadah haji. Solusi tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah, untuk kemudian di follow up demi pengelolaan ibadah haji kedepan yang lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama Anggito Abimanyu menjelaskan perihal pengelolaan ibadah haji di Indonesia yang memang banyak permasalahan, menurutnya penyelenggaraan ibadah haji saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan perhajian, mulai sistem daftar tunggu, perubahan lanskap haji di Arab Saudi, pembimbing haji dari pemerintah, dan juga pengelolaan keuangan.
“Sampai dengan kapanpun, penyelenggaraan ibadah haji kalau sistemnya masih seperti ini pasti semua orang yang mengurusinya bias jadi disalahkan, karena sistemnya juga salah”, ungkapnya.
Kesempatan berikutnya masing-masing pemateri menjelaskan perihal sejarah perhajian dari zaman Rosulullah SAW, manajemen pengelolaan ibadah haji oleh Kemenag RI, dan aspek hukum Undang-undang haji di Indonesia.
Sumber : www.uii.ac.id
Fakultas Bisnis dan Ekonomika
Universitas Islam Indonesia
Gedung Ace Partadiredja
Jl. Pawirokuat, Ring Road Utara, Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283
INDONESIA
Telepon: +62 274 881546
Faksimile: +62 274 882589
Email: fbe[at]uii.ac.id
