Dimas Novriandi: Jangan Menjadi Generasi Everything Instant

Setiap orang memiliki ciri khasnya masing–masing dalam membentuk karakternya. Cepat beradaptasi adalah salah satu cara yang dilakukan oleh Dimas Novriandi dalam membentuk karakternya. Dimas Novriandi merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Program studi Akuntansi International Program. Dimas Novriandi-yang akrab disapa Dimas-lahir di Sumatra Selatan, Prabomulin, pada tanggal 12 November 1980. Dimas dibesarkan diberbagai kota dikarenakan Ayahnya yang bekerja di perusahaan minyak yang mengharuskan Dimas untuk mengikuti Ayahnya dalam bertugas. Pada akhirnya Dimas memutuskan untuk menetap di Yogyakarta saat menduduki bangku SMP bersama kakaknya yang sedang duduk dibangku SMA. Si bungsu dari lima bersaudara ini menjadi terbiasa hidup mandiri dikarenakan sejak kecil sudah berpindah–pindah tempat tinggal dan menemukan hal–hal dari tiap daerah tempat tinggalnya.

Dimas memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia pada Program Studi Akuntansi yang direkomendasikan oleh teman–teman semasa SMAnya karena banyak lulusan dari SMA nya yang melanjutkan pendidikan di FE UII dan dengan dosen–dosen yang suportif. Selain itu, Dimas memilih FE UII karena UII merupakan kampus swasta terbesar dan terletak di Yogyakarta. Dimas juga memikirkan untuk melanjutkan pendidikan di FE UII, karena ia merasa tidak perlu untuk keluar daerah. Dimas sempat bergabung di lembaga jurnalistik yang ada di FE UII yang bernama Ekonomika, karena sejak SMP Dimas suka menulis. Pada masa SMA nya Dimas juga sudah menulis di hibernas dan kolom pelajar. Selain itu selama kuliahnya Dimas juga part time dan menjadi penyiar di beberapa studio yang ada di Yogyakarta. Dengan berbagai macam kesibukan yang dilakukan Dimas selama kuliahnya tak membuat ia lupa akan kuliahnya. Teman–teman seangkatannya juga menjadi salah satu faktor Dimas untuk semangat belajar karena baginya teman–temannya memiliki semangat kuliah yang sangat tinggi dan sangat kompetitif.

Pengaruh temanlah yang membuat Dimas terdorong untuk ingin cepat lulus. Sejak kuliah Dimas sudah terbiasa dalam berkarir, hal itu membuatnya setelah lulus dari FE UII mudah dalam mencari pekerjaan. Setelah lulus dari FE UII Dimas mencoba mengikuti tes di beberapa perusahaan di Jakarta dan diterima, tetapi Dimas lebih memilih untuk bekerja di Telkomsel yang berada di Yogyakarta. Dimas memutuskan untuk pindah bekerja ke Jakarta setelah menyelesaikannya kuliah Double Degree-nya. Seperti yang dilihat, jurusan akuntasi yang diambil oleh Dimas tidak relevan dengan pekerjaannya pada saat ini yaitu Digital Banking Social and Brand Activation LEAD pada Instansi Jenius di bank BTPN yang mendapatkan Awards Marketing Public Relations (PR) mendapatkan silver awards. Menurut Dimas, pekerjaan yang didapatkaan saat ini bukan dilihat dari relevan atau tidaknya dengan jurusan yang diambil pada masa kuliahnya, bahkan ia mengatakan bahwa apa yang didapatkan pada saat kuliah itulah yang dapat membantunya dibidang digital ini seperti networking, kemampuannya berbahasa inggris juga sudah diasah sejak kuliah dijurusan Akuntasn IP. “kalo kampus kita tidak oke, pikiran kita tidak oke”, ungkap Dimas.

Pesan Dimas untuk mahasiswa FE UII lebih berani untuk berbicara agar tidak terlibas oleh negara lain, karena dunia kerja itu bisa diibaratkan dengan dunia luar. Berkarir, tetapi tidak dapat memberikan feedback kepada orang lain itu sia–sia.

Jangan menjadi generasi everything instant. Gunakan kesempatan kalian selagi masih muda untuk berkreasi semaksimal mungkin.-Dimas Novriandi.