Pengajian Akbar: Cara Mencintai Rasulullah SAW

Pengajian dalam bahasa Arab disebut At-ta’llimu asal kata ta’allama yata’allamu ta’liiman yang artinya belajar, pengertian dari makna pengajian atau ta’liim mempunyai nilai ibadah tersendiri, hadir dalam belajar Ilmu agama bersama seorang Aalim atau orang yang berilmu merupakan bentuk ibadah yang wajib setiap muslim.

Pada beberapa kesempatan waktu lalu telah diselenggarakan Pengajian Tabligh Akbar yang bertempat di Masjid Al-Muqtasidin Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, acara tabligh akbar ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi melainkan juga terdapat beberapa mahasiswa kampus lain dan masyarakat umum sekitar kampus FE yang turut serta hadir mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh beliau Ustadz Sulaiman Rasyid Al-Maidany yang mengangkat topik “Beginilah mereka memuliakan Nabi”. Tabligh Akbar berlangsung pada Sabtu, 4 Agustus  pukul 18.00 WIB dan dimoderatori oleh salah satu anggota takmir Masjid Al-Muqtasidin yaitu Hifzan Sadida.Acara Pengajian Tabligh Akbar ini merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh Taqmir Al-Muqtasidin sebagai salah satu wadah media dakwah dan sumber kajian bagi warga Kampus FE maupun masyarakat sekitar.

Selanjutnya, tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustadz Sulaiman Rasyid Al-Maidany  ini menjelaskan tentang bagaimana sikap kita sebagai umat Islam dalam memuliakan nabi kita Muhammad SAW.Di awal kajian beliau menjelaskan bahwa ketika orang tidak datang ke kajian dan tidak menuju jalan kebaikan, maka berarti Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya. Dalam kajian tersebut beliau menjelaskan, dalam menyikapi Rasulullah SAW, manusia terbagi menjadi 3, yang pertama Ghuluw (terlalu berlebihan) yaitu menyetarakan Nabi Muhammad SAW dengan level ketuhanan, misalnya menyebut “sumpah demi Rasulullah”. Nabi Muhammad SAW tidak bisa memberikan hidayah kepada manusia, melainkan hanya Allah SWT yang bisa memberikan hidayah. Yang kedua, merendahkan atau melecehkan beliau, banyak kafir Quraisy yang memperlakukan beliau dengan cara yang tidak terhormat, seperti melempari beliau dengan kotoran ketika sholat. Yang ketiga, tegar-segan, ketika Rasul wafat banyak para sahabat yang ingin segera wafat agar dipertemukan oleh Rasulullah SAW, karena mereka mereka rindu kepada Rasulullah SAW. Ustad Sulaiman Rasyid Al-Maidany juga berkata “kita akan ditempatkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai.”

Di akhir kajian beliau menjelaskan cara bagaimana mencintai Rasulullah SAW. Beliau menyebutkan ada empat cara, yang pertama, mentaati setiap apa yang diperintahkan Rasul, dengan mengamalkan sunah-sunah dan menghidupkan sunah-sunah Rasul. Yang kedua, menjauhi segala apa yang dilarang oleh Rasul. Yang ketiga, selalu membenarkan apa yang Rasul sampaikan.

Dan yang terakhir beliau menyebutkan, beribadahlah sesuai syariat dan tuntutan yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Dapat kita ambil hikmahnya ,bahwa sebagai umat muslim yang berilmu hendaknya kita harus taat kepada Allah SWT dan memuliakan Rasulnya dengan cara mencontoh perilaku-perilaku teladan yang baginda Rasulullah telah contohkan dimasa lalu. Semoga kita semua dapat mengamalkan sunah-sunah beliau.