,

Mengadakan Kesepakatan Kerjasama, Universitas Duta Bangsa Surakarta Kunjungi FBE UII

Sebagai institusi pendidikan yang baru saja memulai perjalanannya, Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta melakukan kunjungan ke Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII dengan tujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman (04/02).

Indra Hastuti, S.E, M.Si selaku Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta, dalam sambutannya menjelaskan maksud dan tujuan UDB mengunjungi FBE UII,  “Universitas Duta Bangsa Surakarta adalah universitas yang memiliki visi menjadi global entrepreneur university, kami berharap menjadi fakultas yang unggul di bidang bisnis dan ekonomi di tahun 2038”. Beliau juga berharap agar FBE UII dapat berkolaborasi dengan para mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta. Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D selaku Dekan FBE UII juga menuturkan bahwa pihak FBE UII sangat terbuka terkait kesempatan kerja sama di antara kedua belah pihak.

Raihan, perwakilan prodi manajemen Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta pun menanyakan hal terkait pembaruan profil lulusan atau penyesuaian mata kuliah yang dilakukan FBE UII dalam menghadapi perkembangan dunia industri dan kerja. 

“Secara umum, pengelolaan prodi FBE UII relatif sama dengan yang lain, kami berusaha menjadikan FBE UII maju dan unggul. Alhamdulillah,  kami sudah mendapatkan akreditasi unggul pada program sarjana dan sudah melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” jawab Dekan FBE UII atas pertanyaan Raihan. 

“Dalam kurikulum 2021 ini, prodi manajemen memiliki tiga tugas akhir yang terdiri dari jalur akademisi skripsi, jalur wirausaha dengan merancang membangun bisnis, dan jalur profesional atau manajer yaitu penulisan laporan magang atau internship,” tambah Abdul Moin.

“FBE UII tidak merubah profil lulusan terlalu banyak karena masih relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Hanya saja, FBE UII tetap berupaya untuk memfokuskan atau menajamkan kompetensi pada tiap profil lulusan sehingga mata kuliah yang tersedia mengarah pada profil lulusan,” jelas Siti.

Siti juga menjelaskan mengenai aktivitas kemahasiswaan ketika ditanya terkait pembinaan mahasiswa. “Mahasiswa diberikan aktivitas kemahasiswaan yang bersifat wajib sejak awal masa perkuliahan seperti taklim yang dilaksanakan selama empat semester, pelatihan dakwah serta pembinaan keagamaan lainnya yang bersifat wajib.” 

Lebih lanjut, Siti juga menjelaskan mengenai aktivitas kemahasiswaan yang harus diambil oleh mahasiswa. “Walaupun bersifat nol sks, aktivitas kemahasiswaan ini memiliki nilai SKP (Satuan Kredit Partisipasi). Setiap mahasiswa memiliki kewajiban mengumpulkan setidaknya 60 SKP, baik dari aktivitas kemahasiswaan bersifat wajib maupun pilihan,” tambah Siti. (DSN/HAN)