Pintar Finansial Bersama Jenius

Kepala Public Relation dari Jenius Theoreza Hardianto memberikan kuliah umum pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengenai cara pintar mengelola finansial, serta memperkenalkan berbagai layanan yang dimiliki Jenius.

Reza menjelaskan bagaimana digitalisasi telah merubah banyak aspek dalam hidup. Dari data yang dimiliki oleh Jenius, Indonesia telah sangat berubah baik dari aspek digital, maupun sosial. Indonesia memiliki 132 juta pengguna aktif internet, selain itu pengguna smartphone dan laptop telah mengalami banyak peningkatan dari beberapa tahun terakhir. Terakhir Indonesia telah menjadi pasar utama instagram di Asia Pasifik.

“We believe that every decision we take in our life has a financial consequence”

Jenius hadir sebagai layanan perbankan yang diluncurkan oleh PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, TBK (BTPN) yang dirancang dan dikembangkan untuk membantu masyarakat dalam mengatur kehidupan finansial, agar lebih mudah, cerdas, dan aman langsung lewat smartphone. Dengan menawarkan fitur yang revolusioner seperti $Cashtag yang menjadikan nama sebagai nomor rekening.

“Bank pada umumnya akan memakai nomor rekening sebagai akun nasabah, hal ini yang disadari oleh Jenius. Kami mengganti nomor rekening tersebut dengan $Cashtag yang dirasa lebih personal dimana nama rekeningnya adalah namanya sendiri”, tutur Reza.

Selain itu, fitur unggulan lain dari Jenius adalah Send It, dimana menungkinkan untuk mengirim uang baik ke rekening bank, nomor ponsel, atau alamat surel. Selanjutnya ada Pay Me, untuk mengirim permintaan uang dan Split Bill, untuk membantu berbagi tagihan. Dan terakhir adalah fitur Dream Saver yang berfungsi untuk menabung harian secara otomatis.

Selain sharing dan sosialisasi mengenai Jenius. Reza juga berbagi cerita mengenai bagaimana Jenius mem-branding dan memposisikan diri sebagai bank yang berbeda dengan bank lain. Dimana dari sisi brand image yang dibentuk ditunjukan untuk semua kalangan tetapi lebih ditujukan pada kategori milenial, yang terlihat dari penggunaan atribut promosinya. Bank lain akan cenderung menggunakan foto dan hal yang terlihat serius, sementara Jenius menggunakan avatar yang berbeda dengan yang lain.

Reza juga menjelaskan mengenai 5 langkah yang dapat diterapkan dalam digital pasaring, cara-cara digital yang pertama target audience. Pertama kita harus tahu siapa audience kita. Kedua adalah data, data pendukung berguna agar kita bisa melihat secara keseluruhan pasar di Indonesia itu seperti apa. Kreatif, harus relevan dengan kehidupan mereka. Cara penyampaian juga harus secara ringan sehingga dapat diterima oleh kalangan millenial saat ini.

Channel, harus disesuaikan. Tidak semua bisnis dipromosikan di instagram tapi bisa melalui semua media sosial yang ada. Saat ini start up yang hadir di Indonesia telah menggunkan aplikasi. Aplikasi dapat menjembatani segala proses yang rumit menjadi lebih mudah. Terakhir ada A/B Testing, sebelum suatu produk diluncurkan, maka terlebih dulu dilakukan uji pasar. Sehingga dapat menemukan formula yang tepat untuk bisnis yang akan dijalankan.

Kuliah umum ditutup dengan sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang hadir. Salah satu peserta bertanya mengenai keamanan dari layanan Jenius sendiri. Mengingat salah satu hal yang menarik adalah dalam membuka rekening nasabah tidak harus datang ke kantor maupun gerai, cukup mengunduh aplikasi, serta melakukan swafoto dengan ktp atau kartu tanda pengenal lain untuk verifikasi.  Demikian juga  mengenai sistem $Cashtag dimana sangat mungkin bagi nama-nama yang sama perlu melakukan penyesuaian seperti layaknya username pada media sosial.

Jenius hadir memenuhi kebutuhan nasabah yang terhubung secara digital dengan mobilitas tinggi. Serta sebagai aplikasi yang terhubung dengan ekosistem perbankan nasional dan sistem pembayaran internasional. (ETD/IF/AAT)