fix upload 2 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Mindset yang kurang tepat kerap kali menjadi salah satu faktor gagalnya seseorang dalam memulai bisnis. Sebab berawal dari seorang pegawai, mindset yang digunakan adalah mindset pegawai. Padahal dunia entrepreneurship sangat berbeda dengan dunia kerja. Mindset entrepreneur merupakan salah satu ukuran kekuatan seorang pengusaha dalam memegang kendali bisnis yang dijalaninya. Sejauh mana seorang pengusaha mampu mengembangkan bisnisnya, semua tergantung pada mindset yang dimilikinya.

Seperti halnya yang disampaikan Riza Perdana Kusuma selaku Narasumber pada acara webinar BRIncubator Goes To Campus yang diselenggarakan pada Sabtu (16/4) dengan mengusung tema “Mengembangkan dan Memelihara Mindset Wirausaha Sejak Dini”, ia menuturkan bahwa, “Jiwa entrepreneur itu tidak hanya untuk mereka yang bekerja secara mandiri, tetapi dimanapun mereka berkarya termasuk di lembaga formal, jiwa entrepreneur itu juga harus dimunculkan.” 

Dalam penyampaian materinya, Riza mengungkapkan bahwa jiwa entrepreneurship itu tidak selalu harus kita punya modal, jiwa entrepreneurship itu harus dibangun karena kita butuh berkarya. Beragam cara dilakukan oleh banyak orang di dunia ini untuk menciptakan sejarah. Tugas utama kita adalah bagaimana kita sibuk dengan diri kita untuk find our greatness karena kejayaan itu hanya bisa kita lakukan oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain dan tidak boleh tergantung pada orang lain.

Terkadang kita tidak sadar bahwa kita punya kemampuan, akan tetapi mendorong kemampuan itu untuk menjadi sesuatu yang besar yang kita bisa dapatkan itu ternyata susah. “Greatness itu tidak dibangun dengan sesuatu yang instan, greatness itu dibangun karena ketekunan,” ucap Riza menambahkan.

Entrepreneurship is highly risk but also can be highly rewarding. Untuk mendapatkan yang besar Anda juga harus rela dan siap kalau kehilangan sesuatu yang besar pula,” ujar Riza. Menjadi seorang entrepreneur itu harus kuat terhadap goncangan. Kadang-kadang seorang entrepreneur pun harus benar-benar bisa tahan dari cibiran, makian, dan ejekan dari lingkungannya. Tak lupa, Riza juga membagikan beberapa tips untuk menjadi seorang entrepreneur.

Melalui webinar ini, Riza mengungkapkan bahwa wirausaha itu bukanlah bakat, melainkan sebuah panggilan. Semua orang pasti memiliki kesempatan untuk bisa menjadi entrepreneur karena proses pembelajaran sangat terbuka di dunia saat ini. (AN/NKF)

fix upload 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Program studi Akuntansi kembali menggelar kuliah umum pada Sabtu (16/4) secara daring via Zoom dan juga live Youtube. Kuliah umum merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Islam Indonesia, dengan tujuan memberikan bekal kepada mahasiswa akuntansi untuk mengembangkan ilmu yang sudah dipelajari.

Perkuliahan umum dimulai dengan kata sambutan oleh ketua prodi Akuntansi, yaitu Bapak Dr. Mahmudi, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA. “Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa UII untuk dapat berdiskusi dengan para senior yang juga sebagai praktisi di kelembagaan,” ujar Pak Mahmudi. Ketiga narasumber yang dihadirkan merupakan alumni Akuntansi UII, pemateri pertama yaitu Bapak Diwangkara, S.E., MMSI., Ak., CA. yang merupakan auditor BPK di Jakarta, lalu pemateri kedua yaitu Ibu Elleriz Aisha Khasandy dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemateri terakhir yaitu Bapak Rofiq Tri Hartanto dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP RI).

Pemateri pertama yaitu Bapak Diwangkara, beliau menjelaskan secara singkat mengenai BPK dan tugas BPK. Bapak Diwangkara menyebutkan bahwasanya, “Untuk memastikan bahwa keuangan negara dikelola dengan benar maka diperlukan akuntabilitas, maka dari itu audit diperlukan untuk menjamin bahwa penggunaan keuangan negara dilakukan dengan benar.” Beliau juga mengungkapkan bahwasanya pada awal bulan April seperti ini BPK sedang sibuk-sibuknya memeriksa laporan keuangan, karena total laporan keuangan yang harus mereka periksa mencapai 600.

Selanjutnya, pemateri kedua yaitu Ibu Elleriz Aisha Khasandy mengatakan bahwasanya beliau merasa bernostalgia ketika diundang menjadi pembicara di kampus. Ibu Elleriz menjelaskan secara singkat mengenai Otoritas Jasa Keuangan atau biasa disebut OJK. “OJK mengatur dan mengawasi industri keuangan, melihat industri keuangan yang melek perkembangan digital maka OJK pada akhir maret lalu merilis OJK Suptech Integrated Data Analytics (OSIDA) dalam rangka mengikuti perkembangan pasar agar dapat melihat data lebih luas,” tutur Ibu Elleriz.

Lalu materi terakhir disampaikan oleh Bapak Rofiq Tri Hartanto, ia menyampaikan bahwasanya tugas seorang auditor internal tidak hanya sebatas assurance activities, tetapi juga bertindak sebagai consulting activities. Bapak Rofiq Tri Hartanto juga menjelaskan mengenai perbedaan audit internal dengan audit eksternal. Di akhir sesi, Bapak Rofiq Tri Hartanto juga berbagi kisah mengenai suka duka menjadi auditor, beliau juga menyampaikan bahwasanya integritas merupakan kunci utama ketika kita menjadi auditor. Setelah para pemateri selesai menyampaikan materi, kuliah umum ditutup dengan sesi tanya jawab dan ada pembagian giveaway dari prodi Akuntansi untuk 5 orang yang bertanya secara cepat. (AB/ANF)

fix upload - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Bulan suci Ramadan menjadi bulan yang paling dinanti dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Ada banyak keutamaan yang dimiliki bulan suci Ramadan, salah satunya adalah bulan penuh pengampunan. 

Di bulan suci Ramadan, tepat pada Jumat (15/4) Program Studi Manajemen mengadakan buka puasa bersama serta kajian Islami dengan dosen Jurusan Manajemen. Acara pengajian ini, dibuka dengan Master of Ceremony yaitu Nur Hamid Sutanto, S.Kom. yang dihadiri Arief Rahman, S.E., S.I.P., M.Com., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, kemudian dihadiri juga oleh Arif Hartono, S.E., MHRM., Ph.D. selaku Ketua Jurusan Manajemen serta dosen lainnya.

Acara yang bertempat di Hall Tengah Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII ini dibuka dengan khidmat disertai pembacaan basmalah yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Hidayatul Rahman, SE, M.M. selaku dosen FBE UII. Sambutan dari Arif Hartono juga turut membuka acara ini dengan baik. Kemudian acara selanjutnya adanya pembacaan doa yang dibawakan oleh K.H. Shalahudin Mansyur sekaligus doa untuk Almarhum Prof. Dr. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si. selaku Ketua Program Studi Manajemen Program Magister. 

Dalam kajian ini, dibawakan oleh K.H. Shalahudin dengan mengangkat tema “Harmonis Berkeluarga Metode Kanjeng Nabi”. Dimana dalam kajian ini K.H. Shalahudin menyampaikan bahwa, “Jikalau kamu selalu mensyukuri nikmat Allah SWT, maka bertambahlah nikmat yang diberikan. Seperti yang telah disebutkan dalam ayat suci Al-Quran surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi ‘wa idz ta adzdzana Rabbukum la-in syakartum la aziidannakum wa la- in kafartum inn’adzaabii lasyadiid‘.” Lebih lanjut K.H. Salahudin Mansyur menyampaikan terkait dalil tersebut, “Hendaklah engkau selalu bersyukur, rasa syukur paling sederhana dengan kata alhamdulillah,” ujar K.H. Shalahudin pada saat penyampaian kajian tersebut (15/4).

Bersyukur itu diucapkan dengan lisan dan disertai dengan hati bahwa nikmat ini pemberian dari Allah SWT. Pada kesempatan tersebut, K.H. Shalahudin juga menyampaikan perihal anjuran hidup bahagia berumah tangga. “Kehidupan rumah tangga itu dianjurkan agar selalu tenteram, damai, serta bahagia. Pasangan itu bukan saudara maupun kerabat, tetapi pasangan itu seseorang yang lebih akrab dari saudara dan kerabat,” pungkasnya. (PRH/EL)

distance learning online education webpage - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Beasiswa IISMA (Indonesia International Student Mobility) kembali dibuka pada tahun ini untuk seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia. Sabtu (9/4) Prodi Akuntansi menyelenggarakan sosialisasi tentang tata cara mendapatkan beasiswa mobilitas internasional mahasiswa Indonesia. Berbagai persiapan dan persyaratan yang harus dikumpulkan menjadi pokok utama dalam pendaftaran, dengan harapan agar tahun ini peluang untuk menerima beasiswa IISMA 2022 lebih besar. Seperti yang dikatakan oleh Mahmudi, SE., M.Si., Ak. selaku Kaprodi Akuntansi Program Sarjana, “Harapannya ada banyak mahasiswa dari Prodi Akuntansi yang lolos beasiswa IISMA dan mudah-mudahan bisa mempersiapkan dengan sebaik-baiknya.” 

Informasi mengenai beasiswa IISMA disampaikan oleh Nihlah Ilhami sebagai Kepala Divisi Mobilitas Internasional mengatakan bahwa, “Persiapan untuk mendaftar beasiswa IISMA ini berbeda dari tahun yang sebelumnya, karena lebih ketat di persyaratan.” Universitas Islam Indonesia juga mengadakan seleksi internal untuk membantu para mahasiswa dalam mempersiapkan dokumen-dokumen yang harus dipenuhi agar bisa lolos sampai tahap pusat. Meskipun begitu, tetap ada mahasiswa yang masih gagal dalam seleksi sampai tahap pusat, karena mereka tidak memperhatikan mengenai materai. “Jika menggunakan e-materai, biasanya setelah diunggah bisa hilang, jadi untuk mengurangi kendala ini lebih baik menggunakan materai fisik saja,” tutur Nihlah. Selain itu Nihlah juga menambahkan, “Apapun dokumen yang di scan harus dikumpulkan dengan kualitas yang bagus.” 

Zaim Fathullah Rais, awardee IISMA University of Strathclyde menceritakan pengalamannya ketika menjalani program IISMA. Zaim mengulas mengenai proses pembelajaran dan mata kuliah yang ia ambil. “Dari beberapa mata kuliah yang saya ambil ada satu yang berkorelasi dengan jurusan kuliah saya di UII,” jelas Zaim. Dirinya juga membagikan tips agar dapat membantu seleksi program IISMA dengan baik. “Baca pelan-pelan requirement-nya kemudian dipahami maksudnya, lalu disiapkan berkas-berkas yang harus dikumpulkan,” tutur Zaim. 

Selain Zaim, mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang mengikuti program IISMA adalah Syafira Nurulita yang berkesempatan untuk belajar di University of Granada, Spanyol. Syafira mengikuti program tersebut selama kurang lebih empat bulan dari bulan September 2021. Selama di sana Syafira tidak hanya belajar di kelas tetapi juga ada kegiatan di luar kelas. “Jadi, kami berkesempatan untuk belajar di luar kelas seperti jalan-jalan ke landmark yang ada di Granada contohnya Alhambra,” jelas Syafira. Tak kalah penting, Syafira juga memberikan tips dalam menghadapi tes wawancara. “Yang paling penting sih, be confident aja,” pungkasnya di akhir. (PIO/SM)

iftar fbe uii - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII kembali menggelar pembagian iftar di bulan Ramadan kali ini pada Selasa (5/4) dengan mengangkat tema “Ramadan Kaffah di Tengah Wabah”. Pembagian iftar di bulan Ramadan kali ini mengusung konsep yang berbeda dibandingkan dengan bulan Ramadan tahun lalu yang mana menggunakan konsep drive thru.

Pada Ramadan kali ini, Masjid Al Muqtashidin FBE UII mengusung sistem kupon. Latar belakang pembagian iftar menggunakan sistem tersebut karena seiring membaiknya kondisi pandemi saat ini. “Alasan kami menggunakan sistem ini kembali karena banyaknya dari jamaah yang kami temui menginginkan suasana buka bersama secara berkumpul karena merasakan kebersamaan yang sudah lama tidak dirasakan, maka dari itu kami menggunakan kembali sistem yang telah dilakukan sebelum pandemi, namun dengan berbagai inovasi,” ujar Pengarah Kegiatan, Aldy. “Walaupun sistem pembagian ini dilakukan secara berkumpul, kita juga harus memperhatikan pembatasan-pembatasan sosial yang masih diterapkan oleh kampus,” tambahnya. 

Berbicara mengenai target pembagian iftar, Aldy mengatakan terbuka untuk umum termasuk masyarakat umum dan khususnya sivitas FBE UII. Pembagian kupon sendiri dilakukan mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan kupon yang tersedia habis. “Metode yang kami pakai ini menggunakan konsep siapa cepat dia dapat serta dapat diambil saat pukul 16.00 WIB sampai habisnya kupon-kupon yang kami sediakan,” ujar Aldy.

Jumlah yang disediakan oleh pihak panitia pada tahun ini pun tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya pada sistem pembagiannya saja yang berbeda. “Untuk rata-rata porsi per hari sekarang kami menyediakan 200-300 porsi dan itu sudah termasuk panitia dan orang-orang yang berperan mengurus kegiatan ini seperti satpam dan tukang parkir. Tidak lupa juga untuk pedagang kaki lima yang biasa berjualan di depan kampus kita kasih,” tambah Aldy. Sementara itu, untuk porsi yang disediakan sebelum pandemi dapat mencapai 500-1.000 porsi dalam sehari.

Dalam pelaksanaan sebuah kegiatan tentunya akan dihadapkan oleh hambatan dan kesulitan, tidak terkecuali dalam kegiatan ini. Aldy mengatakan sejauh ini karena masih dalam lingkup sivitas yang menerapkan pembatasan, maka dalam memenuhi keinginan masyarakat atau jamaah yang besar panitia belum bisa memenuhi keinginan itu semua. “Sebagai langkah antisipasi maka kita umumkan ke masyarakat bahwa kita terbatas jumlahnya, jadi siapa yang datang terlebih dulu dia yang dapat,” tuturnya. Selaku panitia, Aldy menyampaikan harapannya agar dengan adanya kegiatan ini, kita bisa kembali berkumpul dan merasakan kebersamaan di bulan Ramadan kembali di saat kondisi pandemi yang mulai membaik. (MID/ARK)

ERPsim - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada awal tahun 2022 tim mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dengan menjuarai Enterprise Resource Planning Simulation (ERPsim) International Competition Asia Pacific Japan 2022. Di tengah gelombang pandemi masih belum berakhir, tim mahasiswa UII, yaitu tim Antares, berhasil membawa pulang juara 1 pada kompetisi tahunan yang digelar oleh SAP University Alliance Asia Pacific Japan pada Jumat (01/04). 

Tim mahasiswa UII terdiri dari 5 mahasiswa Program Studi Akuntansi, yaitu Humam Naufal Tsuraya, Javier Erlandaffa Satria Dwikamba, Bayu Aji Faundra Pratama, Saphira Pricilia Estuarine, dan Dyah Ayu Puspaningrum. Dengan dedikasi yang tinggi, tanggung jawab atas komitmen serta fokus pada tujuan yang membawa tim Antares berhasil menyabet juara pada ajang bergengsi. Ke depannya, tim ini berencana untuk melanjutkan langkah ke International ERPsim Competition di pertengahan Juni. 

Chemistry antar satu tim juga kunci yang penting, kita bisa punya komitmen masing-masing dan strategi yang bagus. Namun, jika antar anggota tidak bisa bekerja sama dan tidak nyambung satu sama lain juga susah. Oleh karena itu, kita bangun (chemistry) tidak hanya saat diskusi tim namun juga saat di kelas maupun seusai perkuliahan, justru itu yang membuat chemistry jadi semakin bagus,” tutur Saphira.

Lebih dari itu, Tim Antares turut mengungkapkan rasa bangganya karena telah berhasil membawa nama baik kampus dengan memperoleh hasil yang maksimal. Selama mengikuti kompetisi tersebut, mereka merasa bersyukur dan beruntung karena telah difasilitasi oleh pihak prodi sehingga mereka tidak perlu memikirkan perihal dana.

ERPsim merupakan sebuah game simulasi bisnis menggunakan ERP-SAP. Kompetisi tersebut diikuti oleh beberapa negara Asia Pasifik. “ERPsim menentukan harga, banyak produksi, banyak pemesanan barang, dan marketing yang digunakan,” papar Dyah.

Mewakili Tim Antares, Javier mengungkapkan bahwa rintangan terbesar yang dihadapi oleh tim adalah dalam mengendalikan ego. “Kebetulan saya di bagian sales, mungkin egonya yang harus dikendalikan. Kita tidak bisa menuntut pasar untuk jual harga tinggi, disitu kita terpaksa nurunin ego,” ucapnya. Lebih lanjut disampaikan oleh Humam, kendala lain yang dihadapi tim yaitu perihal komunikasi. “Masalah komunikasi, kalau offline sama online itu feel-nya berbeda, karena kita tidak mengetahui perasaan orang lain seperti apa kalau online,” ucapnya. Namun hal tersebut mampu diatasi oleh tim dengan membangun chemistry dan menjalin komunikasi yang baik.

Tim Antares berharap kedepannya untuk adik tingkat yang akan dan mau mengikuti kompetisi ini, agar jangan takut untuk mencoba dan belajar hal baru, juga jangan mudah menyerah. “Setiap orang itu ada rezekinya, yang pasti harus tetap latihan, konsisten, dan perkuat chemistry, itu penting,” ungkap Javier. (ADC/NP)

IBSI 2022 Pemulihan Ekonomi untuk Pengembangan yang Berkelanjutan - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pemulihan ekonomi di negara Indonesia tentu tidak lepas dengan adanya strategi pertumbuhan ekonomi dan juga pembangunan berkelanjutan. Berbicara mengenai hal tersebut, tentu akan tertuju pada upaya pembentukan modal serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan terpusat.

Saat ini, bagaimana nasib pemulihan ekonomi di Indonesia terlebih lagi pada masa pandemi seperti ini? Apakah perekonomian Indonesia semakin terpuruk? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, Program Internasional Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia mengadakan International Business Sustainability Initiative 2022 dengan tema “Economic Recovery in Using Growth Strategies for Sustainable Development”. Acara ini juga dihadiri oleh dua dewan juri yaitu Abdul Hakim, S.E., M.Ec., Ph.D. sebagai Sekretaris dari International Development Economics Study Program dan Dr. Ozge Dinc Cavlak sebagai Dosen di Universitas Ankara Haci Bayram, Turkey. (24/3)

Sampah rumah tangga merupakan salah satu hal yang berdampak dalam proses pemulihan ekonomi. “Penggunaan plastik rumah tangga hingga saat ini sudah terhitung terlalu banyak dan hal tersebut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air serta laut dan juga ancaman polusi,” tutur Nadhira dalam penyampaian diskusinya. Diketahui saat ini bahwa Covid-19 juga menjadi faktor dalam peningkatan sampah rumah tangga, karena dengan adanya aktivitas yang hampir seluruhnya dilakukan dari rumah atau biasa disebut dengan Work From Home tentu akan menjadi peningkatan tersendiri dalam segi sampah rumah tangga. “Oleh karena peningkatan jumlah sampah rumah tangga, maka yang harus dilakukan yaitu dengan mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu hal yang lebih berguna dan juga sustainable, salah satunya yaitu dengan mengolah PET menjadi Polyester Fabric yang mana akan mengurangi CHS Emissions,” tambah Baiduri, anggota Tim 1 Call for Paper IBSI 2022. Dengan adanya pengelolaan sampah rumah tangga ini, nantinya juga akan mengurangi pembuangan sampah dan justru akan meningkatkan peningkatan permintaan barang olahan yang mana juga akan membantu meningkatkan ekonomi negara.

Di sisi lain, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga harus memerhatikan kondisi pengangguran yang semakin meningkat selama pandemi. “Dalam sebuah survei di United States, diketahui bahwa terdapat 6,5% peningkatan pengangguran di negara mereka. Diprediksikan sekitar 33 juta orang kehilangan pekerjaannya,” ujar Amalia, anggota Tim 1 Business Plan IBSI 2022. Oleh karena masalah tersebut, perlu adanya media digital yang dapat membantu dalam proses mengurangi pengangguran. “Future Job merupakan aplikasi mobile yang akan mengarahkan dan mengkoneksikan perusahaan dengan para mahasiswa dalam mencari program internship,” jelasnya. Dengan platform ini tentunya juga akan melatih para mahasiswa untuk nantinya dapat terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Pekerja yang terlatih itu juga akan berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran di suatu negara. (MAH/FSR)

Students 4 Compress - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Pada Selasa, 1 Maret 2022, dalam rangka memperingati Milad Ke-79 Universitas Islam Indonesia, Senat Universitas menyelenggarakan Rapat Terbuka dengan mengambil tema “Lincah dalam Strategi, Setia Pada Misi”. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Islam Indonesia. Acara ini dihadiri oleh jajaran Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf, Ketua Senat, Ketua Majelis, Guru Besar, Rektor, Wakil Rektor, dan Dekan Fakultas Universitas Islam Indonesia.

Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Rektor UII memberikan sambutan. “Tema milad ke-79 ini diambil dengan kesadaran penuh atas hasil pemindaian lingkungan internal dan eksternal. Salah satunya kerjasama dengan Ikatan Alumni UII (IKU) dengan melakukan kegiatan bersama seperti, Webinar, pemberian bantuan kepada korban bencana melalui UII Peduli dan penanaman pohon secara serentak melalui Gerakan UII Bumi Lestari. Kedepannya IKU berencana memberikan beasiswa kepada dosen muda UII untuk studi lanjut.” buka Fathul dengan dilanjutkan laporan perkembangan UII lainnya yang membanggakan.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII oleh Drs. Suwarsono, M.A. Suwarsono menyampaikan keoptimisan akan kesungguhan lingkungan internal UII dalam membangun masa depan universitas.

“Dengan bekal seperti itu, Saya kira tidak ada kata lain kecuali menyimpulkan dan sekaligus berdo’a bahwa masa depan UII akan lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya,” tutur Suwarno.

Dr. Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom., memaparkan dalam pidato ilmiahnya dengan judul “Forensika Digital, Penerapan Bukti Ilmiah untuk Investigasi Kejahatan pada Ruang Siber” bahwa kajian forensik dilakukan oleh beberapa jurusan di UII, “pada Jurusan Informatika melalui konsentrasi Forensik Digital, Fakultas Kedokteran melalui Kedokteran Forensik, Jurusan Akuntansi melalui Akuntansi Forensik, dan Jurusan lainnya. Hal ini menjadi modal bagi UII untuk menjadi salah satu rujukan terhadap kajian dan pengembangan forensik di Indonesia,” Jelas Yudi selaku Kepala Pusat Studi Forensik Digital Jurusan Informatika FTI UII.

“Kedepannya program forensik digital dari program Magister Informatika akan terus meningkat kapasitasnya dalam mendukung pengembangan ilmu forensik di indonesia, seperti adanya laboratorium pengujian forensik digital yang berorientasi kepada ISO 17025, riset dasar maupun riset terapan yang berbasis pada produk yang dapat diimplementasikan oleh praktisi maupun industri,” tambah Yudi.

“Keberadaan kajian forensik digital menjadi upaya civitas akademika UII untuk mendidik mahasiswa untuk menghasilkan lulusan berkarakter ulil albab dan cendekiawan muslim yang beramal ilmiah dalam bidang forensik digital” Pungkasnya. (AFA/AAM)

ERP SAP 1 - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Program studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) kini menghadirkan webinar yang mengangkat tema “Career Opportunities in ERP-SAP” bersama NTT Data yang diselenggarakan pada Rabu (09/02). Webinar ini diadakan guna untuk memberikan gambaran tentang semakin terbukanya peluang karir di bidang Enterprise Resource Planning (ERP). Seperti yang disampaikan oleh Mahmudi, Dr., S.E., M.Si., Ak., CMA, CA., selaku Ketua Program Studi Akuntansi dalam sambutannya, “Kegiatan ini sangat positif untuk diikuti alumni dan mahasiswa semester terakhir untuk mengembangkan diri. Harapan dari adanya webinar ini dapat mengedukasi mahasiswa agar bisa berkarir di bidang ERP”. Webinar pada kali ini dipandu oleh dua pemateri yaitu Julius Affandi Zega dan Enki Rahmawati. 

Pada pemaparan yang pertama dilakukan oleh Julius Affandi Zega terkait SAP Next Generation. Beliau menjelaskan mengenai evolusi SAP mulai dari SAP R/3 pada tahun 1992 hingga berkembang menjadi SAP Suite on HANA pada tahun 2011. Perkembangan SAP berlanjut hingga tahun 2015 dengan kemunculan teknologi terbaru yaitu SAP S/4HANA yang hadir dengan tampilan baru, analitik yang realtime dan prediktif, serta performa yang lebih bagus. 

“SAP menyiapkan berbagai produk yang dibutuhkan berbagai macam industri, mulai dari manufacturing, transportation, dan sebagainya” jelas Julius. Beliau juga mengatakan bahwa Career Opportunities di bidang ini sangat terbuka lebar seperti project management dan administration, finance accounting, controlling, human capital management, dan lain-lain. 

Pemaparan materi selanjutnya dilakukan oleh Enki Rahmawati yang merupakan salah satu alumni mahasiswa Akuntansi FBE UII. Beliau mengawali pemaparan materi dengan memperkenalkan sejarah perusahaan NTT Data beserta grup di bawahnya. Salah satu grup di bawah NTT Data yang dijelaskan oleh Enki adalah NTT Data Business Solutions Group (NDBS).

Enki menjelaskan bahwa “Seiring perkembangannya, SAP yang digunakan NDBS telah didukung oleh digital core, Cloud LoB, Core Industries, dan Innovation Technology”. Selain memperoleh banyak sertifikat, NDBS juga melayani secara holistik dengan layanan 24×7 sehingga berbeda dengan perusahaan lainnya. Banyak sekali perusahaan besar yang telah bekerja sama dengan NDBS, seperti Garuda Indonesia, Sinarmas, Nabati, Traveloka, Angkasa Pura, Sidomuncul, dan masih banyak lagi. Bagi para alumni fresh graduate dan mahasiswa tingkat akhir, NDBS menawarkan consultant trainee SAP dengan pilihan posisi yang cukup banyak. Hal ini tentu saja merupakan kesempatan yang besar bagi mereka yang ingin berkarir di bidang ERP. (MZH/AAR)

Kunjungan Univ Duta bangsa Surakarta - Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII

Sebagai institusi pendidikan yang baru saja memulai perjalanannya, Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta melakukan kunjungan ke Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII dengan tujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman (04/02).

Indra Hastuti, S.E, M.Si selaku Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta, dalam sambutannya menjelaskan maksud dan tujuan UDB mengunjungi FBE UII,  “Universitas Duta Bangsa Surakarta adalah universitas yang memiliki visi menjadi global entrepreneur university, kami berharap menjadi fakultas yang unggul di bidang bisnis dan ekonomi di tahun 2038”. Beliau juga berharap agar FBE UII dapat berkolaborasi dengan para mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta. Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D selaku Dekan FBE UII juga menuturkan bahwa pihak FBE UII sangat terbuka terkait kesempatan kerja sama di antara kedua belah pihak.

Raihan, perwakilan prodi manajemen Fakultas Hukum dan Bisnis Universitas Duta Bangsa Surakarta pun menanyakan hal terkait pembaruan profil lulusan atau penyesuaian mata kuliah yang dilakukan FBE UII dalam menghadapi perkembangan dunia industri dan kerja. 

“Secara umum, pengelolaan prodi FBE UII relatif sama dengan yang lain, kami berusaha menjadikan FBE UII maju dan unggul. Alhamdulillah,  kami sudah mendapatkan akreditasi unggul pada program sarjana dan sudah melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” jawab Dekan FBE UII atas pertanyaan Raihan. 

“Dalam kurikulum 2021 ini, prodi manajemen memiliki tiga tugas akhir yang terdiri dari jalur akademisi skripsi, jalur wirausaha dengan merancang membangun bisnis, dan jalur profesional atau manajer yaitu penulisan laporan magang atau internship,” tambah Abdul Moin.

“FBE UII tidak merubah profil lulusan terlalu banyak karena masih relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Hanya saja, FBE UII tetap berupaya untuk memfokuskan atau menajamkan kompetensi pada tiap profil lulusan sehingga mata kuliah yang tersedia mengarah pada profil lulusan,” jelas Siti.

Siti juga menjelaskan mengenai aktivitas kemahasiswaan ketika ditanya terkait pembinaan mahasiswa. “Mahasiswa diberikan aktivitas kemahasiswaan yang bersifat wajib sejak awal masa perkuliahan seperti taklim yang dilaksanakan selama empat semester, pelatihan dakwah serta pembinaan keagamaan lainnya yang bersifat wajib.” 

Lebih lanjut, Siti juga menjelaskan mengenai aktivitas kemahasiswaan yang harus diambil oleh mahasiswa. “Walaupun bersifat nol sks, aktivitas kemahasiswaan ini memiliki nilai SKP (Satuan Kredit Partisipasi). Setiap mahasiswa memiliki kewajiban mengumpulkan setidaknya 60 SKP, baik dari aktivitas kemahasiswaan bersifat wajib maupun pilihan,” tambah Siti. (DSN/HAN)